page of this blog

..

..

Rabu, Agustus 04, 2010

cerita kemaren bag2

ku ukirkan kembali rangkaian kata demi kata disore yang indah cerah penuh dengan hawa kesejukan hati yang lapang ini, diriku tidak lah indah karena keindahan ada pada dirimu, diriku tidaklah tegar atas apa yang sering terjadi pada diri ini.
seminggu sudah aku berbaring dirumah sakit karena kecelakaan hari itu aku tidak bermaksud untuk menerka hari, mencari-cari peruntungan di hari pagi untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, ungkapan ini yang sering aku dengar ketika aku berbaring di rumah pesakitan (yg pasti bukan penjara ya).
aku pulang tanpa dendam atas kejadian kemaren ketika diriku sedang berbaring karena dirimu datang menemuiku lalu meminta diriku untuk memutuskan hubungan kasih kita yang terjalin erat, diriku tak pernah berniat untuk kembali padamu lagi meskipun dirimu datang padaku dengan cucuran darah, hatiku telah luluh lantah, remuk,hancur berkeping-keping tidak terkira, kau hancurkan hatiku dengan penuh kenikmatan seolah kau melampiaskan unek-unek ang selama ini kau pendam dalam hatimu.
aku kembali beraktivitas deperti biasa karena ketertinggalan ku dalam kelas ada beberapa teman yang membantuku belajar karena aku sendiri kewalahan dengan kondisi fisikku yang masih lemah dan belum sembuh benar.
ardi menunggu ku di depan kelas lalu mengajakku ke kantin untuk makan siang disana dia memberiku nasehat seperti biasa dia memberiku saran agar aku fokus dulu terhadap pelajaran jangan memikirkan perasaan dulu karena dampak yang ditimbulkan sangat negatif bagi diriku kata ardi sebari meneguk es teh manisnya dalam gelas dengan sedotan plastik warna putih.
kami sering menghabiskan waktu istirahat pelajaran dengan berdiskusi ataupun sekedar membahas materi yang diberikan oleh dosen di dalam kelas, kami jarang pergi ke perpustakaan karena bagi diriku perpustakaan adalah tempat ke dua yang paling membosankan setelah ruang dekan karena aku sering banget dipanggil keruang tersebut, itulah aktivitas kami sehari-hari di kampus sampai menjelang ujian akhir semester tiba
setelah perjalanan yang begitu panjang akhirnya ujian pun digelar dengan harapan penuh diriku berjuang menghadapi ujian tersebut aku percaya kata-kata ardi bahwa jika kita mensugesti diri kita bisa maka hasilnya adalah positif dengan penuh konsentrasi aku mulai mengerjakan soal demi soal dengan kesulitan yang beragam namun rasa percaya diri ini membuat semua soal itu terasa enteng, mudah, gampang, seperti jawaban ada di depan kita.
inilah jawaban atas kerja keras diriku selama ini belajar dengan tekun tiada mengeluh sedikitpun meskipun engga pernah pergi keperpustakaan.
harapan demi harapan, berhari-hari hasil ujian baru di pajang di depan papan pengumuman namaku ada alhamdulilah aku lulus dengan hasil yang sesuai harapan meskipun masih kalah dengan ardi sang kakak yang penuh dengan inspirasi itu rivalku kalah telak dengan kekalahan dia hanya bisa menyesali itu,
mungkin dia tidak terima dengan nilainya itu.
setelah pesta kecil di depan papan pengumuman aku,ardi risman,dan abdul pergi kekantin sekedar memperingati bahwa kami bisa tanpa harus ada ujian susulan
ketika kami sedang tertawa menikmati es teh manis mang udin datang surya memberi selamat dengan langsung menjuruskan tangannya kedepan mukaku, aku merasa muak dengan itu semua namun ardi dengan tangan terbuka mempersilahkan surya untuk duduk dulu, dia menyesal karena telah merebut wanita yang aku sukai, dia baru sadar setelah nita ternyata adalah seorang wanita matre dia menjalin hubungan dengan seseorang kalo dia mau memberikan apa yang dia mau kalo engga ya udah pasti pilihannya adalah putus.
aku sudah pernah merasakannya untung aku tidak berlarut-larut terjerumus kedalam cinta buta ini sebab ada seorang sahabat, teman, kakak sekaligus guru yang memperingatkanku, dengan rasa bersalah surya minta maaf padaku pertamanya aku sulit untuk menerima itu namun bujukan sang ardi meluluhkan hatiku yang keras akhirnya aku berdamai dengan surya bahkan kami berteman akrab hingga sekarang.
sungguh indah arti persahabatan tiada terkira apa yang kita dapatkan dari seorang teman yang mengerti kita, memhami kita, dan sering mengisi kekosongan yang ada pada diri kita
nita seolah tidak pernah jera dia masih menebar jaring perburuannya dengan kecantikan dan keelokan paras ayunya dia masih mencari korban seorang laki-laki yang mau menuruti keinginannya dalam hal materi.

prabu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah Berkunjung