page of this blog

..

..

Jumat, Desember 10, 2010

cerbung (cerita kemarin)

" Alunan musik mendendang merdu seraya menyanyikan alunan melodi cinta yang takan pernah terlupakan ", senja berganti malam dengan lampu taman yang elok, musik malam mulai mendendangkan keahliannya, raut muka iwan saat ini sedang lesu, pucat, menandakan ketidak senangan akan hari ini.
pagi itu iwan seperti biasa berangkat dengan kendara'annya mengebut seperti biasa, seakan jalan milik neneknya sendiri, hari itu dia bangga karena UTS mengaku kalah, dengan memeberikan iwan nilai yang cukup memuaskan, sedikit memberi motivasi dalam hidupnya bahwa dia tidak sia-sia belajar sampai laru,t dan capek-capek ngejar dosen demi ACC sebuah tugas tematik nya, hari ini dia seperti terkena serangan bom atom yang menyebabkan hirosima-nagasaki luluh lantah tak bersisa, kabar tentang makalah analisis nya ternyata di tolak oleh sang pembimbing, ujian itu harus di hadapi iwan dengan lapang dada padahal itu adalah impian iwan selama ini ingin mengajukan judul itu sebagai nilai tugas akhirnya kelak, tapi iwan tidak putus harapan hanya karena judul nya itu di tolak oleh sang pembimbing dia terus mencari ide-ide yang lebih kreatif dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam hidup yang semakin lama kian pelik, dan membutuhkan nalar yang dewasa dalam menyikapi setiap problematika itu, hingga suatu ketika iwan kenal dengan seorang teman satu kelasnya dia pindahan dari luar kota dia baru kenal dengan temannya ini di semester 4 dia selalu memberi iwan semangat tiada henti," ARTY " namanya, dia selalu memberikan semangat dan selalu mendukung apapun yang iwan perbuat dan lakukan jika ada yang mengganggu fikiran iwan dalam memecahkan masalah itu arty selalu hadir memberikan jalan hingga pada suatu hari.
" wan kamu knpa....????? mukamu kusut banget engga sperti biasanya, cerah, semangat, optimis "," tanya arty "," ah engga juga ko biasa aja seperti biasa "," sanggah iwan dengan lembut, karena engga ingin teman baiknya ini tahu apa yang iwan rasakan saat ini " namun sepertinya arty seakan tahu isi hati dari sang teman, dia tidak meneruskan pertanyaanya!! sepertinya perasaan hati iwan sedang kacau balau saat ini, arty berniat menghibur hati iwan dengan mengajaknya makan di kantin tempat favorite iwan, arty sertinya tahu apa yang harus dilakukannya untuk meredakan amarah, meredakan kekesalan, serta kekecewaan iwan.
dia memberikan iwan segelas eh teh manis dan sepiring tempe goreng sebagai cemilan kalo iwan sedang menceritakan kisah, cita-cita, dan target yang ingin dicapainya dalam hidup ini,
" wan aku tahu ko kamu sedang ada masalah,!!dan aku juga tahu kamu enggan menceritakannya padaku!!!!", " sapa arty", " iya ni sebetulnya wan ada masalah dengan makalah wan yang sedang wan jalanin proyeknya di tolak pembimbing karena datanya kurang akurat, meskipun dipertahankan akan menuai keganjilan ","sanggah iwan "," oh jadi itu masalahnya kirain ada masalah yang ribet huuh...."," lega arty"," yah emang si menurut kamu itu bukan masalah yang serius tapi menurut wan itu masalah yang luar biasa karena ini adalah proyek yang besar bagi iwan","celetuk iwan dengan nada tinggi "," arty yang terkejut tahu bahwa dia ada salah kata "," wan maaf arty bukan menyinggung perasaan iwan tapi iwan harus lapang dada karena engga setiap jalan itu akan mulus pasti ada lobang disana-sini yang belum tertambal, kamu ngerti kan maksud aku "," sanggah arty dengan nada lembutnya "," dengan mengambil nafas panjang, iwan seperti melepaskan beban yang menumpuk di pundaknya, dia segera menyeruput teh manisnya itu dan mengambil goreng tempe yang hangat dari piring mungil itu, sepertinya perkataan temannya itu benar " engga baik berlama-lama terpuruk dalam kegelapan lebih baik mencoba dan terus mencoba karena ilmuan juga melakukan percobaan lebih dari ribuan kali tes engga satu kali jadi "," gerutu iwan dalam hatinya"," kamu benar ty, aku engga salah punya teman seperti kamu, aku sangat beruntung sekali "," saut iwan dengan nada gembira dan sesekali menyeruput teh manis yang berada di hadapannya itu " mereka pun baikan lagi kemudian mereka meneruskan ngobrolnya dengan ketawa-ketiwi lepas sampai-sampai mereka engga sadar goreng tempe yang tadinya menumpuk di piring mungil itu habis.
di ceritakan arty adalah mahasiswi yang rupawan, cerdas, serta seorang anak milyarder meskipun anak seorang yang kaya raya arty tak pernah malu berteman dengan iwan, yang menurutnya unik, lucu, serta berkepribadiaan mandiri yang tak mau menggantungkan hidupnya dari orangtuanya, iwan sangat pintar dalam hal apapun, namun dia memiliki kekurangan yaitu dia kekurangan dalam " keuangan ", dia selalu mendapatkan beasiswa untuk biaya kuliahnya itulah sebabnya arty sangat terenyuh dengan kisah iwan yang sangat optimis dalam hidupnya, sempat arty menawarkan bantuan uang untuk menutup biaya UAS yang hampir mepe,t namun iwan tolak dengan alasan iwan kerja paruh waktu di sebuah resto, sebagai "cleaning servise" yang bekerja di akhir pekan namun cukup untuk menutup biaya uang ujian itu, banyak sekali yang menyayangkan kenapa arty mau berteman dengan iwan yang udah jelas statusnya adalah " mahasiswa kere ", coba dia mau gabung dengan mahasiswa high class seperti geng gehek yang terkenal dengan pamer kekayaan ortu mereka anggotanya adalah:
1. dede rahayu(ketua): anak dari politisi nomor satu di negara ini
2.nunis : anak dari menteri pertanian
3.resty : anak dari pengusaha minyak sawit
4.ratih : anak dari pengusaha tambang batu bara
5.yayuh ; anak dari KAPOLRI
6.yuyun : anak dari pengusaha kayu di kalimantan
mereka ini adalah team yang solid,ya.......... solid dalam memamerkan harta ortu mereka, mereka tidak pernah malu untuk membeli apapun dengan uang mereka.( dasar anak zaman sekarang )
bagi arty itu semua tidak ada artinya karena uang tidak mampu membeli sesuatu yang sangat berharga yaitu teman sejati, rasa simpati arti kepada iwan terus berlanjut sampai semester 7, sempat beberapa kali iwan menyatakan rasa cintanya pada arty namun arty menganggap iwan adalah temannya tak lebih, meskipun begitu rasa pertemanan mereka tetap terjaga sampai sekarang.
sampai pada suatu hari arty sedang mengobrol dengan rekan kerja kelompoknya iwan melihat arty yang sedang serius ngobrol, sengaja iwan menyerempet dia dengan dalih buru-buru masuk kelas namun senyumannya itu yang membuat iwan kelepek-kelepek, emang engga hanya iwan yang berasumsi demikian hampir semua laki-laki dikampus dengatakan demikian kalo arty udah senyum lalat yang lewat pun kayanya jatuh karena melihat aura yang terpancar dari wajah yang teduh dan menarik itu.
" kembali ke..... laptop " hehe...., iwan yang sudah susah payah menyatakan cinta kepada arty di hadapan orang banyak karena iwan ingin membuktikan bahwa cinta nya itu tulus dan betul bukan rekayasa, namun arty menolaknya dengan muka merah cabe,,,,, ( seperti keluar asap dari atas kepalanya ), nah dari situlah mereka mulai renggang mereka jarang bertegur sapa satu sama lain, jikalau bertemu itupun sebatas wajarnya saja, iwan merasakan kebencian yang dalam terpancar dari wajah arty namun sesungguhnya arty bukan marah karena iwan menyatakan cinta pada dirinya, tapi dia malu karena pada waktu iitu iwan menyatakan cinta pada dirinya dihadapan orang banyak " sambil membawa bunga berwarna merah yang suka ada di kuburan ", arty berharap iwan menyatakan cinta padanya dengan bunga wamar berwarna merah, ketika pulang kuliah iwan berjalan gontai bagai layang -layang putus yang terombang ambing di tengah jalur angin puting beliung, dengan wajah MADESU nya ( Masa Depan Suram ), arty menunggu iwan di depan gerbang kampus dengan ditemani teman-temanya satu kelompok kerja dia memanggil iwan yang saat itu tengah melamun sambil berjalan, iwan seperti tak percaya ada suara indah yang memanggil namanya itu, dia segera tersadar dalam lamunannya itu dia segera melirik kanan dan kirinya memastikan kebenaran suara itu, ternyata benar ada sesosok wanita memakai celana panjang, memakai baju yang sangat feminim dengan di balut kerudung pink yang cantik serta tas buaya yang di tentengnya di samping mobil merci mewah, seakan wanita itu bidadari yang turun dari surga untuk iwan seorang ( haha......sori kawan mudah-mudahan betulan ammien), " iwan......iwan.....iwan....."," arty setengah berteriak memanggil iwan untuk segera menemuinya di samping mobil mewah itu ", " aduh....bahaya "," fikir iwan "," sepertinya arty mau balas dendam ni, apalagi dia bawa masa yang banyak tuh "," namun iwan tetap besar hati," mau di ledek ke, mau di rempug ke, tetep harus dateng masa cowok ga gentle sih "," dalam hati iwan berkata ", ternyata eh ternyata, iwan mengira mau di hamtam bogem mentah oleh arty, iwan tak kuat melihatnya dia memjamkan matanya setelah menghampiri arty seraya berkata," ty wan minta maaf jika wan salah, apapun yang mau ty lakuin sama wan, wan pasrah aja "," namun arty mencium pipi iwan, seraya berkata " Love U too ", " sambung arty ", karena tak percaya sperti mimpi iwan minta ditampar pipinya oleh arty, namun arty malah mengelus pipi iwan dan menciumnya lagi , perasaan iwan seperti melayang, terbang, yang tadinya gontai dan madesu sekarang berganti menjadi dag-dig-dug tak tentu karena cintanya ternyata engga bertepuk sebelah tangan.
(bersambung)

akhirnya wan dapet juga nyelesein cerbung ni.............wan persembahkan wat temen2 yang menjadi inspirasi bagi wan terutama erna"enk"mulyaningsih, karena dia selalu mendengarkan keluh kesah dari iwan yang selalu mengganggu dia baik sedang kerja maupun sedang istirahat di rumah
masih ada lo tungguin aja ya seabreg kisah tentang kalian soalnye masih bersambung

Alhamdulilah
rain city
10-12-2010
jam 01:05 dinihari

{irwan amirudin a.k.a Prabu astrajingga}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah Berkunjung