page of this blog

..

..

Selasa, April 20, 2010

CerBung kita


Pengenalan tokoh
1.irwan : baik hati, calm, pintar, misterius, jarang gaul.
2.Erna:sederhana, baik hati, lugu, suka baca novel sedih, melankolis banget.
3.Andi : si gaul, hyperactive, agak lebay, sok tahu.
4.Ratna:Cantik, judes, sombong, suka sama cwo cool n gaul.
5. via : imut, periang, pemalu, suka pelajaran bhs.
6. lina:gaul, pemilih, pengen diperhatiin, trus yg paling lucu seneng ma brondong gtooooo.!!!!
7. dedeng : religius, pendiem, pintar, culun gtu.
Kisah ini berawal dari ketika kami masuk sekolah sma favorite di salah satu kota terbesar di jawa barat.
Irwan berasal dr desa yg dmn pergaulan di desa engga sekeren kota maklum aja, sehingga irwan sangat canggung ketika bertemu org yg belum dia knal betul.
“ Eh...erna coba lihat deh tuh cowo di depan itu ko mukanya serius banget gitu si, dari tadi diem aja nyapa ke ke temen sebelahnya atau apa ke daasar orang kampung katro...”, “gerutu ratna pada erna”.
“wuuus...ratna udah ah biarin aja toh kita kan baru ketemu mungkin aja dia canggung maklum kan baru ketemu orang baru”,”timpal erna dengan kebaikan hatinya itu”.
Ratna dan erna adalah teman satu smp ketika mereka duduk di kelas 3 mereka berasal dai daerah yg sama namun mereka berbeda dalam hal tingkatan ekonomi, erna bereasala dari keluarga sederhana mereka tinggal di sebuah rumah sederhana beratapkan genting tua yang sering bocor.
Sedangkan ratna merupakan putri dari seorang pengusaha hotel, meskipun hidup ratna cukup dan malahan lebih dari cukup tapi ratna merasa ada yg hilang dr hidupnya yaitu suatu keluarga yg utuh kondisi rumah tangga keluarga ratna berantakan “broken home”sehingga menjadikan dia seorang anak yg sombong, anngkuh, judes, gak ramah,meskipun ramah dia pilih-pilih org.
“ udahlah rat jangan ngomel in dia terus ntar kena batunya baru tau rasa loh..”,”sahut erna dengan nada menyindir”, mending ajak knalan aja siapa tau kalo udah kenal dia ga bakalan gtu lagi sama kamu”,”erna menambahkan”.
“soory ye.....ga ada tuh dalam kamus seorang ratna mulai duluan memperkenalkan diri tengsin tau heeeh”,”gerutu ratna sambil dengan nada judesnya”. “Ya udah itu si terserah kamuu aja tapi kalo ada apa-apa jangan bawa-bawa aku ya”,” timpal erna dengan lugunya.”

Dari belakang terdengar keramaian sehingga membuat pandangan ratna berbalik arah dari yang memperhatikan sosok irwan yg pendiem n calm, menoleh ke arah seorang cowo yang, ya bisa dibilang gaul, supel, nyentrik, dan agak lebay gtu....” hai cewe boleh knalan engga namaku andi ardiyansyah, panggil aja andi,” nada andi sangat merayu via seorang cewe pemalu, dengan nada malunya via menjawab pertanyaan andi dengan rasa deg-degan, “boleh nama aku via rusmiati kamu bisa pangil aku via ” di sebelahnya seorang wanita dengan paras cantik tapi masih kalah dengan aura yg di pancarkan ratna yang bak bidadari yg turun dari langit tadi pagi, he...... namanya lina anggraeni meskipun gaul lina lebih menutup diri pada org yg baru dia knal, “ hai cantik boleh knalan engga ko kamu diem aja si kenapa terpana ya dengan ketampanan aku”,”sahut andi dengan lebay nya”.” Engga juga aku ga abis pikir aja ko ada ya cowo sepede dan selebay kamu”,itulah jawaban lina dengan lantangnya”, sepontan semua orang yang ada di kelas itu menatap wajah andi yang sangat malu dan berwarna merah cabe, yang matang.
Andi langsung duduk dan tak berucap apa-apa lagi setelah kejadian itu. Andi tetap usaha dengan gaya lebaynya dia mencoba mendekati ratna yang kala itu sedang memperhatikan irwan, sepertinya dia menginginkan sesuatu dari sosok laki-laki pendiam itu.” Hai boleh knalan engga nama aku andi ardiansyah, panggil aja andi nama kamu siapa?”,”sahut andi dengan nada merayu nya lagi”,” boleh nama aku ratna puspitasari panggil aja ratna atau dede”, “kata ratna demikian”langsung ratna menampakan wajah judesnya kembali kepada siapapun yg ada di dalam kelas.
Hari demi hari kami lalui dengan kebersamaan sehingga munculah arti teman di hati kami masing-masing, baik lina dengan via ratna dengan erna namun sosok irwan tak pernah gaul meskipun sudah lama bersama, ratna begitu dekatnya dengan andi sehingga sebagian teman berpendapat bahwa mereka telah menjalin ikatan, ternyata andi salah mengartikan kedekatannya dengan ratna banyak usaha yang telah andi lakukan demi dekat dengan sang pujaan hatinya itu.
Ternyata usaha yg dilakukan andi tidak sampai disitu, setelah sekian lama kami berteman satu kelas di penghujung semester dua kelas satu usaha andi semakin giat mendekati ratna sang bidadari kelas kami, ” rat aku boleh bicara engga dengan kamu empat mata aja ”,” kata andi kepada ratna ”, dengan penuh pengertiannya erna meninggalkkan ratna dan andi berdua, “ begini rat aku sudah lama bersimpati terhadap dirimu aku mungkin merupakan sosok pria idaman bagi setiap wanita di sekoah ini ”, dengan lebaynya andi mengatakan itu, ratna tersedak mendengar pengakuan dari andi tersebut, “ aku sebenarnya menyimpan rasa cinta terhadap kamu rat, apakah kamu bersedia menerima aku apa adanya”,”pinta andi dengan memelas cinta kepada ratna”, “ aduh gimana ya soalnya aku udah nganggep kamu itu teman engga lebih meskipun lebih paling sodara itu aja”,”jawab ratna dengan tegas”.
Keesokan harinya erna pengen tahu apa yg dilakukan ratna dan andi kemarin, “pagi rat ?, gimana?,”sahut erna kepada ratna dengan penasaran”, “gimana apanya...”,”timpal ratna”,”itu, kemaren apa si yg dibicarain kalian berdua sampe-sampe Cuma pengen berdua aja,” owh...itu andi berusaha nembak aku “ kata ratna dengan datar sambil menyimpan tasnya diatas meja”,” haa...nembak kamu terus kamu jawab iya” kaget erna”, “ya engga lah”, “jawab ratna dengan nada judesnya”. Setelah sekian lama mereka berbincang lonceng bel berbunyi pertanda pelajaran akan dimulai.
Fisika itulah sosok pelajaran yg sangat horor di kelas kami selain rumusnya yang seabreg-abreg n gurunya yg terknal sangat wiiih manteeep, tapi ternyata jam pertama dimulai dengan bahagia ada murid baru yang masuk di kelas kami, sosok murid baru yg paling disukai karakternya oleh irwan, dia bernama dedeng sugiantoro biasa disapa dedeng tapi disini dalam tanda kutip ya ” karakter disini bukan dalam artian suka or cinta ma sesama jenis melainkan kpribadian dan sikap yang ditonjolkan olehnya “tidak lama akhirnya dedeng dan irwan berteman akrab kesukaan mereka akan pelajaran membuat mereka menjadi bintang kelas.” penulis paling suka cerita bagian ini ” Ternyata irwan si pendiam tak disangka menyimpan rasa terhadap lina teman yg akrab sekali dengan via, meskipun pintar irwan sangat pendiam dan jarang ada yg suka karena dia jarang ngobrol sama temennya meskipun satu kelas.
Ada kejadian lucu yang terjadi saat berlangsungnya pelajaran jam pertama, waktu itu pelajran MTK, saking semangatnya belajar- mengajar kami datang sangat pagi sekali orang – orang mungkin masih baru bangun tidur, kami udah On The Way ke sekolah istilah anak-anak adalah jam ke nol ngebut deh berebut kursi angkot dengan orang yg pulang dari pasar,ni dia kejadian lucu ntu: dasar hewan engga punya akal buang hajat di sembarangan tempat ya salah kami juga si engga ada piket dulu karena kami pagi sekali dari rumah boro-boro mikirin piket asal tepat waktu aja cukup, sang guru sedang asiknya mengajar dengan semangat karena suasana pagi yang sejuk, dingin, dan sunyi, tiba-tiba ...??????
Sang guru menginjak kotoran kucing dan berjalan layaknya orang pincang dengan tergopoh-gopoh dia berucap “aduh apa ini”, kami semua yang menyaksikan kejadian itu langsung terpana terdiam beberapa saat, setelah itu tertawa seperti hiburan dipagi hari saja ketika kami mulai streees dengan keadaan ini, eh...ada hiburan setelah terinjak kotoran itu mulai meyangkan aroma busuknya kepada setiap orang yg berada di dalam kelas tak satupun yg tak mecekik hidungnya, demi mendapatkan udara yg masih original kami keluar kelas berhamburan mencari udara segar di pagi hari, karena di dalam kelas udara sudah tidak steril sudah tercemar “penulis tidak dapat melupakan kejadian tersebut “.
Dengan langkah gontai dan tak percaya diri, irwan sebetulnya ingin sekali mengungkapkan rasa yang ada dalam hatinya, tapi apakah semua itu nyata atau hanya perasaan sekali lagi dia mengurungkan niatnya untuk menyatakan perasaanya kepada sosok gaul, lincah, sederhana, dia mendekati via temen dari lina yg paling akrab dengan lina,” siapa lagi kalo bukan via”,”gumam irwan dalam hati”.
“vi...maaf ada hal yg penen aku obrolin sama kamu”, sahut irwan kepada via”,”boleh kapan n dimana”,”jawab via dengan bingung nya ko bisa si irwan ngajak ngobrol dia selama ini kan dia itu pendiam jarang ngobrol ma cewe ko sekarang di ngajak ngobrool aku pasti ada hal penting ni”,”lirih dalam hati via”. untungnya via adalah sosok teman yang peduli terhadap permasalahan temannya, bantuan via sangat berarti bagi irwan, “gini vi aku ada sesuatu hal yg penting yg ingin aku sampaikan namun ini rahasian ya jangan sampai temen yg lainnya tahu”,”kata irwan meminta”.
“ya aku jaga rahasia kamu percaya deh ma aku”,”jawab via santai”,
“gini loh vi aku sebetulnya menyimpan perasaan sama temen kamu itu”,”siapa”,”jawab via”,
“Lina,”,”jawab irwan”,” aku suka sama dia, engga tahu sejak kapan aku punya perasaan ini tapi yg pasti aku sangat cinta padanya”,”curhat irwan pada via”, “owh Lina ya..”,”gumam via”, dengan penuh perhatian, via mendengarkan kisah yang di utarakan irwan sebetulnya dia bisa menangkap bagaimana hancurnya hati irwan kalo dia tidak mendapat pertolongan darinya,” terus apa yang bisa aku bantu wan”,”via bertanya”,”kamu bantu aku beritahu apa yg paling lina suka, yg sering dilakukan lina, bisa engga kamu bantu aku”,”jawab irwan”,”mudah-mudahan aku bisa bantu kamu, tapi aku engga menjamin kalo lina bakalan suka sama, soalnya dia pernah cerita dia paling anti dengan cowo yang diem aja, engga ada perhatian ama dia, emang kamu bakalan bisa jadi apa yg dia pengen???”,”cerucus via”.
“mudah-mudahan aku bisa menjadi apa yang di idam-idamkan lina.”,”timpal irwan kepada via”

bersambung dulu ntar disambung lagi

rain city
19-04-10
prabu........