akan tetapi ardi tetap mau berkomunikasi denganku meskipun aku agak kesal terhadap sikapnya menilai pacarku, setelah lama kelamaan aku baru sadar bahwa perkataan seorang teman macam ardi adalah benar adanya pacarku punya selingkuhan yang tak lain adalah rivalku dalam kelas, "sudah jatuh tertimpa tangga tertimpa ember cat pula nyemplung lagi ke got"mungkin itu lah peribahasa yang tepat menggambarkan keadaan ku saat ini bagaimana tidak disaat yang bersamaan aku melihat pacarku sedang bermesraan dengan orang lain aku tabrakan motor eh ... dikampus nilai ujianku dapet "E" hah...hancur sudah aku bingung ketika aku dirumah sakit memang si yang nabrak aku mau tanggung jawab tapi nilai ujianku mana ada yang mau nolongin aku tak lama aku berfikir ada yang dateng bawa buah siapa coba???yap betul ardi, dia dateng menjenguk aku yang sedang kepayahan karena kecelakaan tadi pagi ardi menasehatiku lagi seperti biasa dengan gayanya yang sok dewasa seperti kakak menasehati adiknya yang nakal, aku manggut aja toh dia selalu berkata jujur ga pernah menjerumuskan aku malahan dia tadinya mau nolong aku agar terhindar dari musibah ujian gagal eh aku malah sibuk nonton dengan pacarku ini.
" inilah intisari hidup agar kita senantiasa mendengarkan perkataan orang jangan melihat dari orangnya tapi lihat apa yang dikatakannya"
aduh....seminggu sudah aku berbaring payah di rumah sakit karena kakikku lumayan patah ardi selalu menemani ku yang menjadi pacarku saat itu dateng sih....tapi dia minta kita putus aja dia dateng dengan rivalku namanya surya dia kayanya senang bisa mendapatkan perempuan yang paling aku sayang , terus dia mengalahkanku ujian karena nilainya "B+" tapi belum apa-apa teman baiku yang selalu mensuport mendapat nilai "A"surya masih di bawah ardi malahan dia masih seimbang lah dengan ku dalam hal pelajaran akan tetapi dia merasa puas dengan pencapaian nya saat ini, memang aku sedang salam kondisi yang prihatin semua karena keputusanku yang lebih mengedepankan emosi sesaat bukan pikiran dingin dan hati aku sangat bersukur karena ada seorang teman yang perhatiannya melebihi kekasih mungkin karena aku masih dibawah umurnya aku bersungguh-sungguh akan membalas kan dendamku pada ujian berikutnya karena nilai ku sangat parah jauh dari harapan yang selama ini aku targetkan, dengan bantuan seorang teman yang sekaligus udah aku anggap kakak temuanku di kota ini hehehe........
dia membantu ku belajar dengan sungguh-sungguh supaya aku lulus tepat pada waktunya jangan seperti dia ujarnya yang masih saja belum lulus juga padahal dia cerdas namun karena ada sesuatu yang enggan dia ceritakan dia mengurungkan niatnya untuk lulus cepat......
hahaha.....kita tinggalin si ardi dulu ya.
seminggu udah aku pulang dari rumah sakit siapa lagi yg menjemput aku kalo bukan sosok agamis, idealis, dan si pemberi nasehat ardi rahardian mahasiswa semester akhir jurusan ilmu komputer