page of this blog

..

..

Kamis, Juli 29, 2010

cerita ku kemarin

kumulai aktivitas seperti biasanya, pagi-pagi mandi, pakai baju berangkat kuliah nongkrong makan gorengan sambil nikmatin teh anget sambil nunggu kuliah mulai aku sengaja pergi ke kamar mandi yah buat sekedar merapikan rambut sama muka hehe...cuaca lumayan agak berat mendung seperti mau turun air yang udah lama ga turun ujan berminggu-minggu padahal anak-anak mau maen footsal abis mata kuliah ini, soalnya ada kuliah lagi nanti sore engga tahu kenapa aku ko rasanya suntuk banget sama mata kuliah ini bawaannya pengen tidur mulu ga pernah konsen, tapi bagusnya ada temanku yg sering membangunkanku ketika aku mulai meredupkan pandangan namanya ardi dia selalu menasehati aku agar aku selalu konsentrasi ketika di dalam kelas, ketika semester awal kami berteman akrab cuma karena kesibukan diriku yang sudah jarang komunikasi sama dia tapi dia masih sering sms aku selalu mengingatkanku untuk belajar, solat, makan, kami memang tidak satu kosan akan tetapi dia teman yg berarti buat ku bagaimana tidak ketika diriku sakit dia yang merawat dan membawaku berobat ketika aku tidak punya uang karena terlambat dikirim dia yang mentraktirku makan bahkan dia sering meminjamkan motornya untuk aku pakai ketika aku sibuk dengan urusanku sendiri, perhatiannya begitu besar terhadap teman nya ini aku suka memanfaatkan keadaan ini untuk sering meminjam uang karena seorang perempuan yang aku suka sering mengajakku jalan-jalan dan dia sering belanja dengan beranggapan aku yg harus bayar barang yg dia beli, pertama kali si aku turutkan apa saja yang dia mau akan tetapi kedua ketiga seterusnya aku merasa dia seperti memerasku tapi mungkin karena cinta butaku aku tetap saja berkorban meskipun itu adalah uang pinjaman, ketika ardi tahu kalo aku sering pinjam uang buat belanja calon pacarku ardi menasehatiku agar aku meninggalkan dia karena dia tahu kalo perempuan yang aku suka itu tidak baik untukku dia hanya memanfaatkan keadaan untuk pribadinya sendiri, dia tidak mau menerima keadaan aku apa adanya, tapi dengan dalih rasa cinta aku berkelid aku tidak mau meningalkan dia mungkin lama kelamaan aku bisa mengubahhya itulah sanggahan argumenku pada ardi sejak perdebatan alot itu aku mulai agak renggang dengan ardi.
akan tetapi ardi tetap mau berkomunikasi denganku meskipun aku agak kesal terhadap sikapnya menilai pacarku, setelah lama kelamaan aku baru sadar bahwa perkataan seorang teman macam ardi adalah benar adanya pacarku punya selingkuhan yang tak lain adalah rivalku dalam kelas, "sudah jatuh tertimpa tangga tertimpa ember cat pula nyemplung lagi ke got"mungkin itu lah peribahasa yang tepat menggambarkan keadaan ku saat ini bagaimana tidak disaat yang bersamaan aku melihat pacarku sedang bermesraan dengan orang lain aku tabrakan motor eh ... dikampus nilai ujianku dapet "E" hah...hancur sudah aku bingung ketika aku dirumah sakit memang si yang nabrak aku mau tanggung jawab tapi nilai ujianku mana ada yang mau nolongin aku tak lama aku berfikir ada yang dateng bawa buah siapa coba???yap betul ardi, dia dateng menjenguk aku yang sedang kepayahan karena kecelakaan tadi pagi ardi menasehatiku lagi seperti biasa dengan gayanya yang sok dewasa seperti kakak menasehati adiknya yang nakal, aku manggut aja toh dia selalu berkata jujur ga pernah menjerumuskan aku malahan dia tadinya mau nolong aku agar terhindar dari musibah ujian gagal eh aku malah sibuk nonton dengan pacarku ini.
" inilah intisari hidup agar kita senantiasa mendengarkan perkataan orang jangan melihat dari orangnya tapi lihat apa yang dikatakannya"
aduh....seminggu sudah aku berbaring payah di rumah sakit karena kakikku lumayan patah ardi selalu menemani ku yang menjadi pacarku saat itu dateng sih....tapi dia minta kita putus aja dia dateng dengan rivalku namanya surya dia kayanya senang bisa mendapatkan perempuan yang paling aku sayang , terus dia mengalahkanku ujian karena nilainya "B+" tapi belum apa-apa teman baiku yang selalu mensuport mendapat nilai "A"surya masih di bawah ardi malahan dia masih seimbang lah dengan ku dalam hal pelajaran akan tetapi dia merasa puas dengan pencapaian nya saat ini, memang aku sedang salam kondisi yang prihatin semua karena keputusanku yang lebih mengedepankan emosi sesaat bukan pikiran dingin dan hati aku sangat bersukur karena ada seorang teman yang perhatiannya melebihi kekasih mungkin karena aku masih dibawah umurnya aku bersungguh-sungguh akan membalas kan dendamku pada ujian berikutnya karena nilai ku sangat parah jauh dari harapan yang selama ini aku targetkan, dengan bantuan seorang teman yang sekaligus udah aku anggap kakak temuanku di kota ini hehehe........
dia membantu ku belajar dengan sungguh-sungguh supaya aku lulus tepat pada waktunya jangan seperti dia ujarnya yang masih saja belum lulus juga padahal dia cerdas namun karena ada sesuatu yang enggan dia ceritakan dia mengurungkan niatnya untuk lulus cepat......
hahaha.....kita tinggalin si ardi dulu ya.
seminggu udah aku pulang dari rumah sakit siapa lagi yg menjemput aku kalo bukan sosok agamis, idealis, dan si pemberi nasehat ardi rahardian mahasiswa semester akhir jurusan ilmu komputer