page of this blog

..

..

Jumat, Oktober 01, 2010

Tips sukses belajar pemrograman


Postingan ini saya buat berdasarkan pengalaman sewaktu mengikuti perkuliahan pemrograman komputer .

OK… sebagai awal, saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman sewaktu belajar pemrograman komputer pertama kali. Jujur saja… kala itu saya belum tahu sama sekali dengan pemrograman di waktu awal kuliah. Namun sayangnya… ketidaktahuan dan ketidakpahaman saya tentang pemrograman ini berlanjut hingga mid semester dan sampai pada ujian akhir. Dan akibatnya…. bisa Anda tebak sendiri… Benar… SAYA TIDAK LULUS. Kecewa… sedih… menyesal… bercampur menjadi satu. Saya kecewa dengan diri saya sendiri karena tidak mampu menguasai matakuliah tersebut. Sedih… karena saya ilmu yang seharusnya saya peroleh selama setengah semester hilang begitu saja dan saya tidak memperoleh apa-apa. Menyesal… karena saya telah menyia-nyiakan kesempatan selama setengah semester untuk mempelajarinya.

Namun… karena motivasi yang kuat untuk belajar pemrograman, akhirnya saya berusaha pupus kesedihan, kekecewaan dan penyesalan itu. Alhamdulillah… berkat usaha keras, doa dan bimbingan teman-teman setia saya, akhirnya berhasil juga. Dan… nilai yang sangat memuaskan akhirnya bisa saya peroleh.

Setelah mendapat nilai yang lumayan, akhirnya motivasi untuk belajar pemrograman terus berlanjut di semester berikutnya. Teman-teman di sekitar saya yang kebetulan juga interest di dunia pemrograman juga memberikan andil dalam penguasaan saya terhadap pemrograman. Serta tak lupa pula… pak suseno khaidir… dosen baik hati serta penasehat pemrograman TA yang telah memberikan bimbingan kepada saya. Lingkungan seperti itulah yang terus memotivasi dan mendukung saya untuk tetap setia dan berusaha belajar pemrograman sampai dengan sekarang.

Nah… dari sepenggal cerita yang telah saya tulis di atas, apa hikmah di balik itu semua? apa yang membuat kegagalan belajar pemrograman bisa diubah menjadi keberhasilan? OK… berikut ini adalah beberapa tips bagi Anda yang ingin sukses belajar pemrograman komputer.

  1. Modal awal untuk belajar pemrograman adalah motivasi. Kalau motivasi Anda untuk belajar motivasi besar, Selamat… Anda adalah calon seorang programmer handal. Fokus selanjutnya adalah mengasah skill Anda untuk belajar pemrograman. Terus pertahankan motivasi yang telah Anda miliki. Jangan sampai motivasi ini pupus ketika menemui kegagalan.
  2. Jangan mudah menyerah. Memang… belajar pemrograman adalah tidak mudah. Butuh perjuangan, kerja keras, serta pengalaman (jam terbang). Jangan mudah menyerah ketika banyak error(debug) yang muncul ketika membuat program.
  3. Jangan sekali-kali menganggap pemrograman itu adalah sepenuhnya pelajaran ‘Menghapal’. Memang betul, menghapal juga diperlukan yaitu ketika menghapalkan sintaks dan aturan penulisan dalam program. Tapi secara prinsip, pemrograman adalah pelajaran cara berpikir dan logika bagaimana menyelesaikan masalah.
  4. Jangan hanya menjadi tukang ketik. Ketika dosen Anda memberikan contoh program di kelas atau ketika praktikum, jangan hanya memandang setiap barisan kode program tersebut sebagai angin lalu dan hanya Anda pindahkan ke kertas atau komputer. Kalau hanya demikian, sama halnya Anda belajar menjadi tukang ketik. Coba pahami setiap baris kode dan alur program yang dituliskan guru atau dosen Anda. Kalau sudah paham, coba tulis program menurut versi Anda sendiri ke buku atau komputer Anda. Apabila hal ini Anda lakukan, maka secara tidak sadar Anda telah melatih logika berpikir Anda dan belajar menuangkan logika berpikir ke dalam bentuk program.
  5. Untuk mendukung belajar Anda, coba cari orang yang mau mengajari Anda ketika menemui masalah dalam belajar pemrograman. Bisa teman dekat, teman di internet atau bahkan guru dan dosen yang dekat dengan Anda.
  6. Jangan mengandalkan tatap muka di kelas. Materi pemrograman sangatlah luas. Apa yang diberikan dosen ketika kuliah itu sangatlah kecil cakupannya dibandingkan keseluruhan ilmu pemrograman. Cobalah eksplorasi sendiri segala hal tentang pemrograman. Ada banyak referensi di internet yang membahas tentang tips dan trik serta teknik dalam pemrograman.
  7. Carilah komunitas yang fokus dengan pemrograman. Di internet ada banyak forum diskusi via web atau mailing list yang membahas tentang pemrograman. Ingat… bahwa orang yang sering bergaul dengan penjual minyak wangi maka dia akan ikut menjadi wangi… So… kita adopsi hal ini. Banyak-banyaklah bergaul dengan orang dalam komunitas yang sama-sama interest dengan pemrograman.
  8. Sangat disarankan Anda memiliki komputer sendiri di rumah atau di kost. Seperti yang telah saya jelaskan di atas bahwa untuk menguasai pemrograman butuh pengalaman dan jam terbang yang banyak dalam membuat progam. Kalau Anda tidak memiliki komputer sendiri, bagaimana bisa menambah jam terbangnya? Untuk belajar pemrograman tidaklah harus membutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi. Cukup komputer Pentium III saja itu sudah bisa, kecuali Anda belajar program yang memang butuh spesifikasi besar misalnya programan berbasis visual. Oya… jangan sekali-kali mengandalkan jam praktikum di laboratorium karena waktu penggunaannya sangat-sangat terbatas. Anggap saja ketika Anda beli komputer adalah sebagai investasi jangka panjang. Yakinlah suatu saat modal Anda untuk membeli komputer itu akan balik kembali, atau malah akan memberikan return of investment yang jauh lebih besar.
  9. Jangan hanya mengandalkan catatan atau modul yang diberikan oleh dosen. Isi modul yang ditulis oleh dosen itu rata-rata masih sedikit kontennya. Berusahalah mencari referensi sendiri terkait dengan pemrograman. Toh… saat ini sudah banyak buku-buku yang mengulas tentang pemrograman. Kalau Anda ingin yang gratis, coba cari referensi di internet karena tersedia banyak free ebook yang bisa didownload.
  10. Jangan hanya asal copy paste. Rata-rata orang yang asal copy paste program itu tidak berusaha memahami program yang dia copy. Coba pahami dahulu program yang Anda peroleh terutama pada algoritmanya, kalau bisa tulis kembali program tersebut menurut versi Anda. Boleh sih copy paste.. asal Anda juga berusaha memahami makna program di dalamnya. Syukur-syukur kalau Anda memodifikasi kode programnya

beberapa alasan mengapa harus belajar pemrograman

Ketika saya bertanya kepada Anda, Buat apa sih belajar pemrograman? Lantas apa jawaban Anda? Apakah sekedar hanya untuk bersenang-senang (just 4 fun), ingin meniti karir, atau hanya sekedar ingin lulus dari matakuliah pemograman? :-) Ada banyak jawaban yang bervariasi dari pertanyaan ini. Namun secara umum, alasan atau jawaban yang muncul dapat dikategorikan ke dalam 4 hal. Ini dia kategorinya…

Pemrograman sebagai sebuah karir

Alasan utama yang dipilih orang dalam belajar pemrograman adalah ingin menjadikannya sebagai karir. Ini yang sering saya tanyakan pada mahasiswa saya. Sesuatu alasan yang sangat masuk akal. Memang dalam kenyataannya, orang yang berprofesi sebagai seorang programmer bisa berpotensi untuk menghasilkan income yang tidak sedikit. Banyak perusahaan-perusahaan yang menawarkan gaji yang cukup menggiurkan bagi para programmer yang mau bekerja, plus masih ditambah bonus-bonus lain jika kinerjanya OK. Meskipun gajinya cukup lumayan, seringkali masalah ‘bosan’ menghinggapi para programmer ini. Ya… maklumlah karena setiap hari kerjanya hanya mengurus koding melulu, atau sering dikejar-kejar sama deadline.

Eh… btw… ada pula lho profesi programmer yang gajinya kecil atau bahkan tidak digaji karena alasan ‘pengabdian’. Tanya kenapa?? :-)

Untuk bisa meniti karir sebagai sebuah programmer, kita harus bisa bekerja secara tim. Lho kenapa begitu? Bukankah program bisa kita buat sendiri secara perorangan? He…3x itu kan kalau program yang berasal dari tugas dosen ketika kuliah. Ketika kita berhadapan di real world, suatu masalah komputasi bisa jadi bersifat kompleks, sehingga suatu project pembuatan program harus dibagi ke dalam tim. Setiap tim bertanggung jawab pada modul-modul programnya sendiri-sendiri.

Nah… pertanyaan berikutnya, apakah karir seorang programmer harus berada di suatu perusahaan? Jawabannya tidak harus. Anda bisa mendirikan suatu software house sendiri. Bahkan ada slogan yang mengatakan, “Kalau Anda mau kaya, jangan mau jadi orang kantoran” :-) Maksudnya adalah jadilah seorang pengusaha, dalam hal adalah pengusaha software.

Oya satu lagi, bila Anda berprofesi sebagai programmer harap maklum karena posisi Anda berada di paling bawah dalam jajaran pembuat software. Dalam hal ini, seorang programmer tidak boleh berkreasi sendiri terhadap software yang dibuatnya. Kreasi ini hanya boleh dilakukan oleh software engineer (demikian kata bang Romi). Atau dengan kata lain, untuk menjadi seorang programmer, harus mau jadi orang suruhan, suruhannya siapa? ya.. suruhannya software engineer.

Pemrograman sebagai alat pemecahan masalah

Nah… alasan yang kedua ini biasanya muncul dari para dosen, peneliti atau mahasiswa. Dalam hal ini, mereka butuh pemrograman sebagai alat untuk memecahkan permasalahan komputasi yang mereka hadapi. Sebagai contoh misalnya seorang mahasiswa diminta dosennya untuk mencari nilai 100 faktorial. Nah… ujung-ujungnya mereka akan menggunakan program karena kalkulator tidak bisa mencari jawabannya. Bagi dosen misalnya, mencari penyelesaian yang terkait dengan komputasi numerik, riset, dan sebagainya.

Pemrograman sebagai ladang amal

Aneh juga alasan yang satu ini :-) kok bisa ya? hubungannya apa antara pemrograman dan amal? Pernahkah Anda mendengar istilah OpenSource? Istilah ini yang akan mengkaitkan antara pemrograman dengan ladang amal. Orang yang merelakan waktunya dengan membuat program yang bersifat opensource dapat dikatakan juga sedang beramal. Dengan opensource, orang lain sedunia bisa melihat isi source code program yang dibuat. Dengan demikian, hal ini memungkinkan orang lain dapat belajar bersama dalam mengembangkan software. Selain itu software opensource biasanya juga bersifat freeware. Orang lain dapat secara bebas menggunakan software tersebut tanpa dipusingkan dengan masalah harga beli.

Pemrograman… just for fun

Orang yang memilih pemrograman hanya sekedar bersenang-senang bukanlah suatu yang aneh. Hal ini sama saja seperti mendaki gunung, bermain game atau yang lain. Orang-orang yang beralasan seperti ini, pastilah mereka yang suka dengan tantangan. Bila Anda termasuk orang-orang bertipe seperti itu, selamat… Anda memiliki potensi yang luar biasa. Mengapa demikian? Orang yang menggeluti bidang tertentu atas dasar hobi atau kesenangan, biasanya akan sukses di kemudian hari. Semakin hari, semakin bertambah ilmu dan kemampuannya dengan secara tidak sadar. Beda halnya bila belajar pemrograman dalam keadaan terpaksa, ketika diminta membuat sebuah program sederhana dalam satu jam rasanya setahun

kiat mempertajam intuisi atau felling


Sekali waktu teman-teman pasti pernah tiba-tiba mempunyai perasaan tidak enak. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak tergambarkan atau bisa digambarkan walaupun samar-samar. Perasaan seperti itu adalah intuisi atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut firasat.

Sebagian orang ada yang membedakan antara intuisi dengan indera keenam, (sixth sense) terutama hubungannya dengan dunia supranatural. Tapi ada juga yang menganggap keduanya sama, kalau menghubungkannya dengan dunia nyata. Namun keduanya sama-sama menggunakan ketajaman rasa (feeling). Jadi kiat-kiat di bawah ini juga bisa digunakan untuk memperkuat indera keenam (sixth sense) Anda.

Intuisi Anda adalah sebuah jalan pintas untuk mencapai produktivitas, pengertian yang mendalam, pengetahuan, inovasi, dan pengambilan keputusan. Jadi bagaimanakah mengeksplor intuisi agar bisa bekerja untuk Anda?

Anda mempunyai kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan seketika

Pernahkah Anda melihat suatu masalah dan kemudian mengenal penyebab utama sekaligus solusinya – dengan seketika – tanpa penelitian terlebih dulu? Sebetulnya manusia telah diberikan bakat oleh Tuhan untuk mencurigai suara hatinya yang dalam. Dan seringkali dengan pembuktian secara empiris intuisi Anda ternyata benar.

Anda mempunyai kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan seketika jika anda mempercayai diri sendiri. Kita semua pasti seperti itu, namun seringkali peringatan itu seperti tidak datang lagi, kenapa? Dan bagaimanakah cara kita mengeksploitasi kekuatan batin itu – yakni suara batin yang mengabaikan semua kebohongan, manipulasi, dan tipuan, serta mengatakan kepada kita hal sebenarnya?

Enam langkah untuk mempertajam intuisi adalah:

1. Pergunakanlah empati alami kita sesering mungkin

Bayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain. Atau dengarkanlah pengalaman-pengalaman orang lain dan rasakan bagaimana mereka merasakannya pada saat itu. Lebih baik lagi kalau Anda menerima keluhan-keluhan dan memberikan pertolongan dengan memberikan solusi-solusi, bukan hanya memonitor dan membanding-bandingkan. Rasakanlah penderitaan batin mereka! Semakin dalam perasaan Anda terlibat, maka semakin memperkuat intuisi Anda. Dengan kata lain semua pengalaman buruk orang lain bisa memperkuat intuisi Anda tanpa Anda harus mengalaminya sendiri.

2. Biarkan diri Anda merasa takut dan mengalirlah melewatinya

Anda pasti tidak menyukai rasa takut, bukan? Begitu juga semua orang. Tetapi rasa takut adalah insting dasar yang diberikan Tuhan agar kita bisa survive di dunia ini. Kita harus menyesuaikan diri dengannya dan menemukan suatu cara untuk menjadikannya teman kita, bukan sebagai musuh, kecuali jika anda adalah superman dan sudah melampaui rasa takut itu. Anda harus menemukan suatu cara untuk memanfaatkannya dengan tujuan kebaikan.

Ketakutan menghalangi intuisi, namun ketika dihalangi intuisi akan menjadi lebih kuat dengan mengadakan pembalasan. Mekanisme ini mirip dengan sistem kekebalan tubuh kita (imun) ketika disuntikkan vaksin (virus yang dilemahkan). Oleh sebab itu biarkan diri Anda untuk merasa takut. Jangan menahan bagian manapun dari rasa takut. Jangan mengubur perasaan takut itu dalam-dalam. Tapi fokuskan secara langsung bahwa kita berada di atasnya dan mengendalikan rasa takut hingga berakhir. Setelah itu Anda akan menjadi lebih kuat dengan lebih banyak kejelasan. Membiarkan diri Anda untuk merasakan ketakutan akan memperkuat intuisi karena hal itu berarti mengajar Anda untuk mendengarkan suara dari lubuk hati dan menerima rasa takut apa adanya, alih-alih bertempur melawannya.

3. Berhubunganlah dengan orang lain secara emosional

Ketika anda terlibat dengan orang lain, seperti bertatap muka, berbicara di telepon, atau online, cobalah untuk membaca emosi mereka. Beri nama emosi-emosi mereka. Apakah kedengarannya seperti bunyi marah, berbahagia, penuh harapan, gembira, tertekan, atau sedih? Semakin banyak anda berhubungan dengan emosi orang lain, semakin dalam pemahaman Anda akan situasi-situasi sosial dan semakin baik intuisi Anda akan berfungsi. Getar-getar intuisi dan ide-ide abstrak datang dari tempat yang sama di dalam diri kita di mana emosi terbentuk, sehingga semakin baik Anda membaca dan mengidentifikasi emosi orang lain semakin baik kemampuan Anda menciptakan dan berkomunikasi dengan menggunakan intuisi. Mengidentifikasi dan memberi nama emosi di dalam diri Anda dan orang lain adalah sebuah latihan yang membutuhkan banyak energi.

4. Hentikan penilaian-penilaian pribadi (judgments)

Ketika Anda menghakimi seseorang atau sesuatu – termasuk diri Anda sendiri – itu bukan intuisi, tapi energi negatif yang menghalangi intuisi. Ketika Anda mendengar suara kritik di dalam benak Anda yang berkata, “Dia bodoh”, “Dia jahat”, “Aku gemuk”, atau “Aku akan kalah”, maka berhentilah berkata seperti itu dan berpikirlah; Kenapa aku berkata seperti itu? Ketika Anda mendengar hati berkata menghakimi, suruh dia diam – bukan dengan membenamkannya agar tidak berfungsi, karena dia akan mencari jalan keluar selain itu – tetapi dengan memaksa suatu pertanyaan positif ke dalam kesadaran Anda. Ketika Anda mendapati diri Anda berpikir, “Aku tidak akan pernah bisa menyelesaikan hal ini”, maka ubahlah pemikiran itu menjadi; “Bagaimanakah caranya agar aku menyelesaikan hal ini?” Jika Anda sabar dan mau mendengarkan suara hati yang terdalam Anda, hati itu akan berkata bagaimana caranya agar Anda bisa menyelesaikannya. Ketika hati kita menghakimi, “Itu tidak akan pernah berhasil”, maka bertanyalah pada diri Anda; “Ide manakah yang akan berhasil?” atau “Ide manakah yang lebih baik?”. Begitu Anda mulai menanyakan pertanyaan positif, maka pikiran alam bawah sadar Anda akan mulai menanganinya dengan memberikan solusi-solusi dalam wujud intuisi.

5. Temukan keheningan

Cara terbaik adalah meditasi. Jadualkan sedikitnya tiga puluh menit dalam sehari untuk menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran Anda – merenung dan tafakur. Ambil kesempatan untuk duduk sendirian bersama pemikiran-pemikiran Anda, perasaan, dan penggambaran-penggambaran. Kita sudah menghabiskan sebagian besar hidup dengan hampir-hampir tidak mengacuhkan apa yang terjadi di dalam diri kita. Dengan mengambil waktu untuk mendengarkan dunia Anda yang terdalam, Anda akan menemukan betapa ajaib dan mengagumkannya diri Anda. Belajar untuk mendengarkan diri anda di dalam keheningan akan mengantar Anda kepada mendengarkan suara bagian dalam diri ketika anda sedang bersama orang lain dan pekerjaan Anda, dan akan membimbing untuk menangkap ide-ide intuitif yang benar dan tangguh di saat Anda memerlukannya.

6. Ajukan pertanyaan-pertanyaan, sebanyak-banyaknya

Ini adalah yang disebut pembangunan tubuh dari intuisi. Tanya jawab adalah cara terbaik untuk menciptakan intuisi-intuisi yang lebih kuat. Intuisi-intuisi kreatif yang paling kuat akan datang kepada Anda setelah sesi-sesi tanya-jawab yang lama. Bentuklah sebuah kelompok diskusi dengan orang-orang yang mempunyai rasa curiga tinggi dan diskusikan isu-isu kompleks, seperti politik, filsafat, sains dan teknologi, sosial kemasyarakatan, kesehatan, atau topik-topik berkaitan dunia kejahatan. Kebanyakan kekuatan bukan datang dari jawaban-jawaban tapi dari pertanyaan-pertanyaannya, membawa anda kepada alur-alur yang belum dipertimbangkan, mendatangkan pertanyaan-pertanyaan baru dan akan mendatangkan lebih banyak lagi jawaban. Tidak ada cara yang lebih baik untuk melatih intuisi Anda dibanding dengan sesi-sesi tanya-jawab yang berkembang.

Sebagian orang berkata bahwa intuisi itu tidak ilmiah dan tidak beralasan. Pendapat itu benar dan juga salah. Gagasan yang intuitif kreatif memang tidak ilmiah hingga Anda dapat membuktikannya. Bagaimanapun, semua ilmu pengetahuan dimulai dengan sebuah hipotesa. Dan sebuah hipotesa berasal dari mana? Hal-hal yang baik, kreatif, dan orisinil, datang karena intuisi Anda - sebuah kilatan jiwa, cahaya dari Tuhan.

cara ampuh mempertajam ingatan


Siapa bilang penyakit lupa alias tidak ingat itu cuma konsumsi para lansia. Karena mereka yang masih muda-muda pun bisa saja mengidap penyakit tulalit alias pelupa layaknya yang tua-tua. Malu kan dibilang tulalit sama pacar?

Banyak faktor yang menjadi biang keladi munculnya gangguan kelupaan tersebut, mulai dari makanan yang dikonsumsi, pekerjaan yang menumpuk serta kesibukan-kesibukan lainnya.

Belum lagi dengan keakraban orang muda dengan berbagai perangkat teknologi moderen. Telepon selular, komputer, e-mail, hingga internet, disebut-sebut sebagai piranti teknologi yang bisa memaksa tubuh dan otak terus bekerja selama 24 jam.

Nah, hiruk-pikuknya aktivitas tersebutlah yang konon bisa memicu hilangnya kemampuan otak untuk mengingat-ingat. Namun begitu, gangguan kelupaan tersebut tetap bisa diatasi, kok. Dengan mengikuti beberapa tip sederhana ini, mudah-mudahan penyakit lupa tersebut bisa dihindari:

1. Fokuskan diri untuk mendengar dan kurangi berbicara. Pasalnya, dengan mendengar akan mendorong kita untuk lebih berkonsentrasi.

2. Disiplin berdiet. Melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi makanan yang kaya protein, di samping juga buah dan sayuran, akan memberikan suntikan ‘tenaga’ bagi otak.

3. Usahakan untuk mengurangi bahkan mungkin menghindari pergaulan dengan mereka yang selalu berpikiran negatif. Sebaliknya kembangkan selalu pemikiran positif. Karena berpikir positif itu bisa menstimulir proses kerja otak.

4. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Pasalnya lemak-lemak tersebut bisa menyumbat saluran arteri yang tengah menyuplai darah ke otak.

5. Baca, baca, dan baca. Banyak membaca dengan diselingi bermain puzzle merupakan latihan yang sangat baik bagi otak. Karenanya, isilah waktu senggang Anda dengan berbagai jenis bacaan, dari yang fiksi hingga yang berat sekalipun nggak apa-apa kok.

6. Minumlah vitamin, khususnya vitamin E dan suplemen yang mengandung unsur seng. Berbagai penelitian menunjukkan kalau kedua unsur tersebut bisa membantu memperlambat proses penuaan dini serta meningkatkan kemampuan ingatan.

7. Jangan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Terlalu banyak alkohol konon akan membunuh sel-sel otak secara perlahan-lahan, lho.

8. Rencanakan selalu aktivitas berinteraksi dengan orang lain. Karena yang namanya bersosialisasi itu konon bisa mengusir rasa malas pada otak.

9. Hindari mengkonsumsi obat-obatan yang tidak perlu. Menurunkan berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol dalam tubuh terkadang lebih ampuh dengan diet dan olahraga ketimbang obat-obatan. Selain itu usahakan untuk mempelajari dan mengetahui efek samping dari obat-obatan yang Anda minum. Obat tidur misalnya, konon bisa mengakibatkan hilangnya memori.

10. Cobalah untuk menjadwalkan olahraga secara rutin dalam agenda Anda. Pasalnya, aktivitas tersebut bisa melancarkan sirkulasi darah ke otak.

Nah, selamat mencoba ya…biar nggak lagi disindir, “Masih muda kok pelupa sih”.