..
Senin, Oktober 11, 2010
dasar-dasar memahami qur'an
--------------------------------------***
Artikel berikut ini merupakan ringkasan dari kitab Mafaatiihu Li at-Ta’ammuli ma’al Qur’aan. Mudah-mudahan semakin menggugah semangat kita untuk mempelajari, memahami, menghafalkan, dan mengamalkan Al-Quran.
Memahami Al-Quran hukumnya adalah wajib berdasarkan ayat berikut:
"Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?" (QS 47:24)
Ada beberapa tahapan agar kita mampu untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan Al-Quran.
Memperhatikan adab tilawah.
Membaca satu surat, satu juz, atau satu ruku’ dengan pelan- pelan, khusyu’, tadabbur dan penuh penghayatan. Tidak mementingkan target dalam satu hari harus selesai satu surat, satu juz atau beberapa lembar.
Memperhatikan dan merenungi satu ayat, diperdalam untuk mendapatkan arti yang terkandung dalam ayat tersebut, dengan cara dibaca dengan penuh perasaan dan penghayatan, mendengarkan dari bacaan orang lain atau kaset dan dilakukan berulang-ulang sampai mendapat arti yang terkandung dalam ayat tersebut.
Mempelajari secara rinci, susunan kata, konteks kalimat, arti yang terkandung, sebab turunnya (asbabun nuzul), i'rab sampai betul-betul memahami seluk-beluk ayat tersebut dan berbagai sudut pandang.
Memahami korelasi ayat dengan kondisi sekarang.
Merujuk kepada yang dipahami oleh para salafus shalih terutama pemahaman para shahabat. Hal ini dikarenakan mereka lebih ahli dibanding Profesor Al-Quran terpintar saat ini pun, karena mereka mendapat petunjuk langsung dari Rasulullah saw. Oleh karena itu, dari aspek kesopanan dan aspek ilmiah, kita harus lebih mendahulukan pemahaman para shahabat. Hal ini untuk mencegah agar Al-Quran tidak difahami sesuai dengan hawa nafsu kita.
Mempelajari pendapat para ahli tafsir yang memiliki bobot ilmiah.
Wirid Harian Seorang Muslim dalam Membaca Al-Qur'an
Allah swt, menyukai amal shalih yang istimrar berkesinambungan walaupun sedikit dibanding banyak tetapi kurang memperhatikan aspek kontinyuitasnya. Seorang muslim hendaknya merancang wirid harian untuk berinteraksi dengan Al-Quran, sebagai berikut:
1. Wirid tilawah, tidak kurang sehari satu juz.
2. Wirid hapalan menghapal 1 sampai tiga ayat setiap hari.
3. Wirid tadabbur, mentadabburi Al-Qur’an 1 sampai 3 ayat setiap hari.
Kunci-kunci untuk Dapat Memahami dan Berinteraksi dengan Al-Quran
Memahami al-Quran sebagai kitab yang syamil mencakup seluruh urusan kehidupan.
Al-Quran adalah kitab yang syamil, manhaj hidup yang sempurna, memiliki tabiat gerak yang hidup, membangun peradaban yang positif dan tetap berpengaruh sampai akhir zaman.
Sebagian orang terperangkap untuk memandang Al-Quran dan satu sisi saja, misalkan hanya memandang Al-Quran dan ilmu pengetahuannya saja, sejarahnya saja, bahasanya saja, ataupun Al-Quran hanya dijadikan jampi-jampi sebagai obat saja, dsb.
Kita tidak mengingkari bahwa semua hal itu dicakup oleh Al-Quran, bukan kita tidak mempelajari bagian-bagian itu semua tapi yang tidak boleh ialah hanya menghususkan diri kita pada satu sisi saja.
Ada sebagian ulama yang membahas Al-Quran dari sisi akhlaq, sisi ekonomi, sosiologi, tata bahasa dan lain-lain. Ini adalah usaha yang sangat berharga dan kita tidak bisa mengesampingkannya. Tapi hendaklah orang yang mempelajari Al-Quran memahami bahwa Al-Quran adalah satu kerangka yang menyeluruh, menyeluruh dalam tabi’atnya, peranannya, risalah, mu’jizat, ilmu, tema-temanya, manhaj, undang-undang dan syari’atnya serta setiap perkara yang diisyaratkan dalam al-Qur’an.
Memfokuskan kepada tujuan utama Al-Quran.
Sebagian manusia menggunakan Al-Quran dengan tujuan sampingan, tujuan furu'iyah atau sama sekali tidak sesuai dengan tujuan Al-Quran diturunkan. Seperti Al-Quran dijadikan untuk perlombaan, Al-Quran dibaca untuk orang mati saja, Al-Quran hanya diambil barakahnya dengan dijadikan azimat, ruqa' dan tamimah. Al-Quran hanya dijadikan pajangan yang menghiasi rumah, mobil atau tempat-tempat lain.
Mereka tidak menggunakan Al-Quran untuk membukakan hati, jiwa, perasaan dan
akal, sehingga mereka hidup tidak sesuai dengan tuntunan Al-Quran dalam seluruh lapangan kehidupan, baik kehidupan pribadi, rumah tangga, masyarakat, pendidikan, ekonomi, yayasan-yayasan, negara dan sebagainya.
Tujuan utama Al-Quran berkisar pada empat perkara berikut ini:
Al-Quran sebagai petunjuk jalan yang lurus menuju Allah (Al-Isra: 9,
as-Syura: 52, al-Maidah: 15 – 16).
Membentuk kepribadian muslim yang seimbang. Diantaranya adalah:
Menanamkan iman yang kuat.
Membekali akal dengan ilmu pengetahuan.
Memberi arahan untuk dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki dan
sumber-sumber kebaikan yang ada di dunia.
Menetapkan undang-undang agar setiap muslim mampu memberikan sumbangsih dan kreatif untuk mencapai kemajuan.
Membentuk masyarakat muslim yang betul-betul Qur'ani, yaitu masyarakat yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang merupakan penjelmaan Al-Quran dalam setiap gerak kehidupannya. Masyarakat yang diasuh dan dibimbing dengan arahan Al-Quran, hidup di bawah naungannya, dan berjalan di bawah cahayanya, seperti masyarakat sahabat (al-Anfal 24).
Membimbing umat dalam memerangi kejahihiyyahan.
Memperhatikan sisi harakah dalam menegakkan dakwah, jihad dan hukum
Islam, karena Al-Quran memiliki sifat (waqi'iyah harakiyah):
Jidiyatul harakiyah.
Harakah dzatu marahil.
Harakah daibah walwail mutajaddidah.
Syari'at mengatur hubungan dengan kelompok non muslim.
Menjaga suasana pemikiran agar selalu ada dalam bingkai topik permasalahan yang terkandung dalam ayat yang sedang dibaca.
Ketika membaca Al-Quran diperbolehkan untuk memperdalam satu ayat dari sisi ilmu pengetahuan, dan sisi tata bahasa atau yang lainnya, tapi hendaknya, perasaan, pemikiran, penghayatannya dan perhatiannya tetap pada pokok pikiran ayat yang sedang dibaca.
Menjauhi bertele-tele yang bisa menghalangi cahaya Al-Qur'an.
Misalnya tenggelam dalam perbedaan pendapat tentang qiraat, i'rab, balaghah, asal kata, perbedaan-perbedaan masalah fiqih, mempertentangkan tokoh, tempat, tanggal kisah-kisah yang diungkap dalam Al-Quran. Misalnya mempertentangkan asal kata Malaikat, berapa jumlah Ashabul Kahfi dan lain-lain.
Tapi itu semua bukan berarti tidak boleh dilakukan, boleh dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki spesialisasi dalam ilmu tafsir.
Menjauhi Israiliyyat (cerita-cerita palsu) dan menjauhi dari mempermasalahkan ayat-ayat yang mutasyabihat.
Memasuki Al-Quran tanpa didahului oleh asumsi dan opini tertentu.
Hal ini untuk menghindarkan agar makna-makna Al-Quran tidak dipaksakan agar sesuai dengan asumsi yang telah dia pegang dan berusaha mencari-cari legitimasi atas pendapat yang ia pegang dan bukan mempelajari Al-Quran untuk meluruskan pemahaman dia.
Seperti yang dilakukan oleh para shahabat apabila mereka membaca Al-Quran mereka melepaskan seluruh keyakinan dan persepsi mereka yang mereka pegang ketika masa jahiliyyah.
Tsiqah secara mutlak terhadap semua petunjuk, perintah, larangan dan berita yang diungkapkan oleh Al-Quran.
Memahami isyarat-isyarat yang terdapat dalam Al-Quran.
Di dalam Al-Quran terdapat rahasia-rahasia arti yang terkandung yang tidak akan dipahami kecuali oleh orang-orang yang telah memilki kunci-kunci untuk berinteraksi dengan Al-Quran dan ia memiliki bashirah, limpahan keimanan dan kesiapan untuk hidup di bawah naungan Al-Quran.
Seperti ayat keimanan mendorong orang untuk merasa diawasi oleh Allah, membaca tentang hari qiamat tergerak hatinya untuk takut akan adzab Allah, kemudian ia mampu memahami hubungan satu ayat dengan yang lain padahal ayat itu diturunkan dalam senggang waktu yang cukup jauh.
Mempunyai pemahaman bahwa satu kata atau kalimat dalam Al-Quran
mempunyai beberapa pengertian.
Karena ayat Al-Quran sering diungkapkan dengan kalimat yang singkat tapi padat (I’jaz), seperti surat Al-Ashri, Imam Syafi’i mengatakan: "Kalaulah manusia mentadabburi surat al-Ashri tentu surat itu sudah cukup bagi mereka sebagai pegangan hidup" . Contoh lain al-Isra’: 16; al-Mujadilah: 5; al-A‘raf: 34; dan Thaha: 124.
Mempelajari realita shahabat dalam pengamalan al-Quran.
Ibnu Mas'ud berkata, "Kami sulit menghafal lafadh Al-Quran tapi mudah mengamalkannya sedang orang sesudah kami mudah untuk menghapal tapi sulit mengamalkannya."
Ibnu Umar berkata, "Para shahabat diberi iman sebelum Al-Quran, sehingga Al-Quran turun kepada Nabi Muhammad menjelaskan hukum halal dan haram, lalu mereka berpegang teguh dengan ayat tersebut."
Contoh, ketika turun ayat yang memerintahkan untuk mengalihkan arah qiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram maka mereka serentak melaksanakan dengan penuh ketaatan dan komitmen.
Memahami bahwa Al-Quran tidak dibatasi dengan tempat dan zaman.
Memahami korelasi ayat-ayat Al-Quran dengan realita yang ada sekarang.
Merasa bahwa ayat-ayat Al-Quran ditujukan kepada dirinya.
Mempelajari Al-Quran dengan manhaj talaqqi yang benar (berhadap-hadapan dengan guru yang sudah diverifikasi bacaannya, bahkan kalau bisa ada silsilahnya sampai nyambung ke Rasulullah saw).
Menjauhkan diri dari perbedaan-perbedaan pendapat para ahli tafsir.
Memperhatikan Bagaimana para Shahabat ra Berinteraksi dengan Al-Quran.
Para shahabat ra adalah generasi yang tumbuh dengan Al-Quran, hidup di bawah naungannya, menikmati ayat-ayatnya, berinteraksi dengan nash-nashnya, memahami petunjuk-petunjuknya. Mereka disinari oleh cahaya Al-Quran, sehingga mereka menjadi generasi Qurani yang unik.
Menelaah bagaimana mereka merealisasikan Al-Quran dalam kehidupannya membantu kita untuk dapat meneladani mereka dan menempuh jalan yang pernah mereka tempuh.
lbnu Mas’ud ra berkata: "Kami sulit menghapal lafadh Al-Quran tapi mudah mengamalkannya sedang orang sesudah kami mudah untuk menghapal tapi sulit mengamalkannya."
Ibnu Umar berkata: "Kami melalui masa yang panjang, seseorang diantara kami diberi iman sebelum Al-Quran, sehingga surat-surat turun kepada Nabi Muhammad, maka iapun mempelajari halal dan haram, perintah dan larangan dan bagaimana ia harus bersikap. Lalu saya melihat orang yang diturunkan Al-Quran sebelum iman, maka ia membaca surat al-Fatihah sampai khatam, tetapi ia tidak tahu apa yang dilarang dan bagaimana harus bersikap, ia membaca Al-Quran dan menganggapnya sama dengan buku-buku murahan."
Contoh-contoh para shahabat ra dalam berinteraksi dengan Al-Quran adalah
sebagai berikut:
Ketika turun QS 2:144. Seorang dari bani Salamah yang lewat ketika orang-orang sedang ruku’ shalat shubuh, mereka telah shalat 1 raka'at, maka ia menyeru . "Qiblat telah dialihkan!" Maka merekapun berbalik kearah Ka'bah.
(HR Bukhari dan Abu Daud)
Ibroh: Mereka mengerjakan suatu perintah dengan sesegera mungkin dan sungguh-sungguh.
Ketika turun QS 4:95 maka Ibnu Ummi Maktum ra bertanya kepada Nabi SAW : "Ya Rasulullah, bagaimana dengan orang yang tidak mampu berjihad?" Maka turun ayat lanjutannya : "Kecuali bagi yang mempunyai ‘udzur".
(HR Bukhari dan Tirmidzi)
lbroh: Ketelitian para sahabat dan perhatian mereka yang tinggi pada setiap ayat yang turun.
Ketika turun QS 6:82 Para shahabat ra merasa sempit, maka mereka berkata : "Ya Rasulullah siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat zalim? Maka Nabi SAW menjawab : "Bukan zalim itu yang dimaksud, tetapi maksudnya adalah syirik, tidakkah kalian mendengar firman Allah SWT (QS 31:13)?"
(HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)
lbroh : Rasa takut mereka yang luarbiasa terhadap suatu dosa, dan tidak menganggapnya kecil.
Ketika turun QS 4:123. Abubakar ra berkata: "Setiap kemaksiatan yang aku lakukan akan dibalas, maka aku tidak mendapatkan sesuatu untuk dapat melepaskanku dari azab dipunggungku." Maka sabda Nabi SAW "Apa yang anda
katakan itu wahai Abubakar ?" Jawabnya : "Ya Rasulullah semua keburukanku akan dibalas." Jawab Nabi SAW : "Semoga Allah mengampuni anda, tidakkah anda pernah sakit, kapayahan, sedih dan tertimpa musibah ?" Maka jawabnya: "‘Ya" Maka jawab Nabi SAW : "Itulah balasannya."
(HR Ahmad dalam al-Musnad)
Ibroh: Para shahabat ra merasa setiap ayat Al-Quran itu ditujukan kepada diri mereka bukan orang lain.
Ketika Abu Thalhah ra membaca ayat 9:41, ia berkata : "Allah sudah memerintahkan kepada yang tua maupun muda untuk berangkat jihad."
(HR At-Thobari)
lbroh: Mereka senantiasa mentadabburi setiap ayat-ayat dengan sungguh-sungguh, dan berusaha mengamalkannya sekuat tenaga.
Merasa Bahwa Setiap Ayat itu Ditujukan Kepada Kita
lmam al-Ghazali dalam al-Ihya' berkata: "Merasa bahwa kitalah yang dimaksud oleh setiap khithob Al-Quran. Jika Al-Quran memerintah maka kitalah yang diperintah, jika Al-Quran melarang maka kitalah yang dilarang, jika Al-Quran memberi janji maka kitalah yang diberi janji, jika Al-Quran mengancam maka kitalah yang diancam, jika Al-Quran bercerita maka kitalah yang harus mengambil ibrohnya, bahkan jika khithob Al-Quran berbentuk jamak maka kitalah yang paling dimaksud (QS 6:19). Bagaikan seorang budak yang membaca surat dari majikannya, sehingga dengan demikian maka bacaan Al-Quran akan menambah keimanan, iltizam (komitmen), pengamalan dan menjadi rijal Quraniy yang memberikan atsar dan manfaat pada dirinya dan orang lain."
Ketika membaca Al-Quran tidak lantas berfikir alangkah baiknya jika ini saya sampaikan dalam kuliah/khutbah/ceramah, dsb. Seolah-olah Al-Quran ini bukan untuk dirinya tetapi untuk orang lain selain dia, sementara ia sudah baik. Contohlah ketika Umar ra mendengar seseorang sedang membaca surat at-Thuur.
Tidak menganggap bahwa kisah para Nabi as itu hanya cerita para Nabi as itu saja, atau ayat-ayat hukum itu untuk para pemimpin, ayat-ayat jihad untuk nanti jika ada jihad, ayat-ayat da'wah untuk para 'ulama/muballigh dst.
Memahami bahwa Al-Quran Tidak Terbatas dengan Waktu dan Tempat
Tidak boleh membatasi Al-Quran hanya berlaku untuk masa tertentu, orang tertentu, kaum tertentu, kecuali memang ada dalil-dalil yang jelas tentang pengkhususannya.
Contoh QS 5:44 bukan khusus untuk bani Isra'il. QS 2:217 bukan khusus bagi orang Quraisy yang memerangi Nabi SAW saja, dst.
Dengan demikian harus kita fahami bahwa Al-Quran sesuai dengan masa kini, terdapat relevansi yang sangat kuat. Kita akan mendapat jawaban tentang masalah yang kita hadapi dan akan kita lihat bahwa fenomena yang ada sekarang dibahas dengan pas oleh Al-Quran. Sebagai contoh adalah sbb :
Al-Hadid 4. Bahwa sampai sekarang Allah senantiasa bersama kita. (Muraqabah dan Ma’iyyatullah).
Al-Anbiya 59-61. Pribadi lbrahim as vs Namrud dan pengikutnya.
Al-Kahfi 19-20. Para pemuda dan peranannya.
Al-Qashash 4. Fir’aun, karakteristik dan kesesatannya.
Al-Muthaffifin 9. Sikap dan sifat orang durhaka.
Al-A’raaf 96. Sunnatullah yang berlaku sepanjang zaman.
An-Nisaa’ 19. Masalah hubungan keluarga.
As-Shaff 8-9. Perang agama.
Untuk lebih memahami ini kita dituntut untuk menambah wawasan kita dengan tsaqofah (wawasan) yang kontemporer, sehingga kita akan lebih luas memahami ayat-ayat Al-Quran, baik sejarah, politik. ekonomi, sosial, iptek, dll.
Memahami Dasar-Dasar Ilmu Tafsir
Seperti ilmu bahasa Arab (nahwu, sharaf dan balaghah), Ilmu Fiqh dan hukum-hukumnya, ilmu Ushul fiqh, dan Ulumul Quran (Sabab-nuzul, Makkiy-Madaniy, Nasikh-Mansukh, I’jaz al-Qur’an, qashash Al-Quran, qasam, Uslub Al-Quran, ahkam Al-Quran, dsb).
Sebagian orang berpendapat bahwa itu hanya bisa dikuasai oleh orang-orang yang memiliki spesialisasi dibidang tsb, seperti lulusan IAIN, LIPIA, dsb, ini merupakan pemahaman yang salah, karena Al-Quran tidak ditujukan kepada kelompok tertentu dan tidak untuk dilaksanakan oleh kelompok tsb saja, melainkan kepada seluruh muslimin dan muslimat. Menguasai dasar-dasar ilmu
Al-Quran tidak sulit dan bukan mustahil, walaupun tidak juga sangat mudah seperti membalik tangan. Bukan berarti semua kita harus menjadi ahli tafsir yang mengetahui ilmunya secara terinci, tetapi agar setiap muslim memiliki bekal yang asasi untuk dapat memahami dan berinteraksi dengan Al-Quran.
Ya Allah, jadikanlah kami ahlul Quran dan jangan Engkau haramkan kepada kami untuk memahami Al-Quran, dan berikanlah kepada kami taufik dan hidayahMu agar kami senantiasa mampu untuk mengamalkan Al-Quran...
Cara Memahami Nash Al Qur'an
1. Memahami Ayat dengan Ayat
Menafsirkan satu ayat Qur'an dengan ayat Qur'an yang lain, adalah jenis penafsiran yang paling tinggi. Karena ada sebagian ayat Qur'an itu yang menafsirkan (baca, menerangkan) makna ayat-ayat yang lain. Contohnya ayat :
"Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak pernah merasa cemas dan tidak pula merasa bersedih hati." (Yunus : 62)
Lafadz auliya' (wali-wali), diterangkan/ditafsirkan dengan ayat berikutnya yang artinya : "Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (Yunus : 63)
Berdasarkan ayat di atas maka setiap orang yang benar-benar mentaati perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, maka mereka itu adalah para wali Allah. Tafsiran ini sekaligus sebagai bantahan orang-orang yang mempunyai anggapan, bahwa wali itu ialah orang yang mengetahui perkara-perkara yang gaib, memiliki kesaktian, di atas kuburnya terdapat bangunan kubah yang megah, atau keyakinan-keyakinan batil yang lain. Dalam hal ini, karamah bukan sebagai syarat untuk membuktikan orang itu wali atau bukan. Karena karamah itu bisa saja tampak bisa pula tidak.
Adapun hal-hal aneh yang ada pada diri sebagian orang-orang sufi dan orang-orang ahli bid'ah, adalah sihir, seperti yang sering terjadi pula pada orang-orang majusi di India dan lain sebagainya. Itu sama sekali bukan karamah, tetapi sihir seperti yang difirmankan Allah : "Terbayang kepada Musa, seolah-olah ia merayap cepat lantaran sihir mereka." (Thaha: 66)
2. Memahami Ayat Al-Qur'an dengan Hadits Shahih
Menafsirkan ayat Al-Qur'an dengan hadits shahih sangatlah urgen, bahkan harus. Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Shallallahu alaihi wasalam. Tidak lain supaya diterangkan maksudnya kepada semua manusia. Firman-Nya : "...Dan Kami turunkan Qur'an kepadamu (Muhammad) supaya kamu terangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka agar mereka pikirkan." (An-Nahl : 44)
Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda : "Ketahuilah, aku sungguh telah diberi Al-Qur'an dan yang seperti Qur'an bersama-sama." (HR. Abu Dawud)
Berikut contoh-contoh tafsirul ayat bil hadits:
Ayat yang artinya: "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya." (Yunus : 26)
Tambahan di sini menurut keterangan Rasulullah, ialah berupa kenikmatan melihat Allah. Beliau bersabda : "Lantas tirai itu terbuka sehingga mereka dapat melihat Tuhannya, itu lebih mereka sukai dari pada apa-apa yang diberikan kepada mereka." Kemudian beliau membaca ayat ini : Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya. " (HR. Muslim).
Ketika turun ayat, yang artinya: "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukan iman mereka dengan kezhaliman...." (Al-An'am : 82)
Menurut Abdullah bin Mas'ud, para sahabat merasa keberatan karenanya. Lantas merekapun bertanya, "Siapa di antara kami yang tidak menzalimi dirinya, ya Rasul?" Beliau jawab, "Bukan itu maksudnya. Tetapi yang dimaksud kezaliman di ayat itu adalah syirik. Tidakkah kalian mendengar/ucapan Lukman kepada putranya yang berbunyi: "Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah. Karena perbuatan Syirik (menyekutukan Allah) itu sungguh suatu kezaliman yang sangatlah besar." (HR. Muslim)
Dari ayat dan hadits itu dapat dipetik kesimpulan : Kezaliman itu urutan-nya bertingkat-tingkat. Perbuatan maksiat itu tidak disebut syirik. Orang yang tidak menyekutukan Allah, mendapat keamanan dan petunjuk.
3. Memahami Ayat dengan Pemahaman Sahabat
Merujuk kepada penafsiran para sahabat terhadap ayat-ayat Qur'an seperti Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud sangatlah penting sekali untuk mengetahui maksud suatu ayat. Karena, di samping senantiasa menyertai Rasulullah, mereka juga belajar langsung dari beliau. Berikut ini beberapa contoh tafsir dengan ucapan sahabat, tentang ayat yang artinya: "Yaitu Tuhan yang Maha Pemurah yang bersemayam di atas 'arsy." (Thaha 5)
Al-Hafiz Ibnu Hajar di dalam Kitab Fathul Baari berkata, Menurut Ibnu Abbas dan para ahli tafsir lain, istawa itu maknanya irtafa'a (naik atau meninggi).
4. Harus Mengetahui Gramatika Bahasa Arab
Tidak diragukan lagi, untuk bisa memahami dan menafsiri ayat-ayat Qur'an, mengetahui gramatika bahasa Arab sangatlah urgen. Karena Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab.
"Sungguh Kami turunkan Al-Qur'an dengan bahasa Arab supaya kamu memahami." (Yusuf : 2)
Tanpa mengetahui bahasa Arab, tak mungkin bisa memahami makna ayat-ayat Qur'an. Sebagai contoh ayat: "tsummas tawaa ilas samaa'i". Makna istawaa ini banyak diperselisihkan. Kaum Mu'tazilah mengartikannya menguasai dengan paksa. Ini jelas penafsiran yang salah. Tidak sesuai dengan bahasa Arab. Yang benar, menurut pendapat para ahli sunnah waljamaah, istawaa artinya 'ala wa irtafa'a (meninggi dan naik). Karena Allah mensifati dirinya dengan Al-'Ali (Maha Tinggi).
Anehnya, banyak orang penganut faham Mu'tazilah yang menafsiri lafaz istawa dengan istaula. Pemaknaan seperti ini banyak tersebar di dalam kitab-kitab tafsir, tauhid, dan ucapan-ucapan orang. Mereka jelas mengingkari ke-Maha Tinggian Allah yang jelas-jelas tercantum dalam ayat-ayat Al-Qur'an, hadits-hadits shahih, perkataan para sahabat dan para tabi'in, Mereka mengingkari bahasa Arab di mana Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa itu. Ibnu Qayyim berkata, Allah memerintahkan orang-orang Yahudi supaya mengucapkan "hitthotun" (bebaskan kami dari dosa), tapi mereka pelesetkan atau rubah menjadi "hinthotun" (biji gandum). Ini sama dengan kaum Mu'tazilah yang mengartikan istawa dengan arti istaula.
Contoh kedua, pentingnya Bahasa Arab dalam menafsiri suatu ayat, misalnya ayat yang artinya:
"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada ilah (yang haq) melainkan Allah..." (Muhammad: 19).
Ilah artinya al-ma'bud (yang disembah). Maka kalimat Laa ilaaha illallaah, artinya laa ma'buuda illallaah (tidak ada yang patut disembah kecuali Allah saja). Sesuatu yang disembah selain Allah itu banyak; orang-orang Hindu di India menyembah sapi. Pemeluk Nasrani menyembah Isa Al-Masih, tidak sedikit dari kaum Muslimin sangat disesalkan karena menyembah para wali dan berdo'a meminta sesuatu kepadanya. Padahal, dengan tegas Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata, artinya: "Doa itu ibadah". (HR At-Tirmidzi).
Nah, karena sesuatu yang dijadikan sesembahan oleh manusia banyak macamnya, maka dalam menafsirkan ayat di atas mesti ditambah dengan kata haq sehingga maknanya menjadi Laa ma'buuda haqqon illallaah (tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah). Dengan begitu, semua sesembahan-sesembahan yang batil yakni selain Allah, keluar atau tidak masuk dalam kalimat tersebut. Dalilnya ialah ayat berikut, yang artinya: "Demikianlah, karena sesungguhnya Allah. Dialah yang haq. Dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil." (Luqman: 30).
Dengan diartikannya lafadz ilah menjadi al-ma'buud, maka jelaslah kekeliruan kebanyakan orang Islam yang berkeyakinan bahwa Allah ada di mana-mana dan mengingkari ketinggianNya di atas 'Arsy dengan memakai dalil ayat berikut, yang artinya: "Dan Dialah Tuhan di langit dan Tuhan di bumi." (Az-Zukhruf: 84).
Sekiranya mereka memahami arti ilah dengan benar, nisacaya mereka tidak memakai dalil ayat tersebut. Yang benar, seperti yang telah diterangkan di atas, al-ilah itu artinya: al-ma'buud sehingga ayat itu artinya menjadi : "Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi."
Contoh ketiga, pentingnya mengetahu gramatika bahasa Arab untuk supaya bisa menafsiri ayat dengan benar, ialah mengetahui ungkapan kata akhir tapi didahulukan, dan kata depan tapi ditaruh di akhir kalimat. Sebagai contoh : iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'in. artinya: "Hanya kepadamu kami menyembah, dan hanya kepadamu pula kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5).
Didahulukannya kata iyyaaka atas kata kerja na'budu dan nasta'in, ialah untuk pembatas dan pengkhususan, maka maksudnya menjadi laa na'budu illaa iyyaaka walaa nasta'iinu illaa bika yaa Allaah, wanakhusshuka bil 'ibaadah wal isti'aanah wahdaka. (kami tidak menyembah siapapaun kecuali hanya kepadaMu. Kami tidak mohon pertolongan kecuali hanya kepadaMu, ya Allah. Dan hanya kepadaMu saja kami beribadah serta memohon pertolongan).
5. Memahami Nash Al-Qur'an dengan Asbabun Nuzul
Mengetahui sababun nuzul (peristiwa yang melatari turunnya ayat) sangat membantu sekali dalam memahami Al-Qur'an dengan benar.
Sebagai contoh, ayat yang artinya: "Katakanlah: Panggillah mereka yang kamu anggap sebagai (Tuhan) selain Allah, mereka tidak akan memiliki kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu juga mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya, serta takut akan adzab-Nya. Karena adzab Tuhanmu itu sesuatu yang mesti ditakuti." (Al-Israa': 56-57).
Ibnu Mas'ud berkata, segolongan manusia ada yang menyembah segolongan jin, lantas sekelompok jin itu masuk Islam. Karena yang lain tetap bersikukuh dengan peribadatannya, maka turunlah ayat: Orang-orang yang mereka seru itu juga mencari jalan kepada Tuhan mereka (Muttafaq 'alaih).
Ayat itu sebagai bantahan terhadap orang-orang yang menyeru dan bertawassul kepada para nabi atau para wali. Tapi, sekiranya orang-orang itu bertawassul kepada keimanan dan kecintaan mereka kepada para nabi atau wali, tentu tawassul semacam itu boleh-boleh saja.
Demikian penjelasan Muhammad Ibn Jamil Zainu dalam Kitab kaifa Nafhamul Qur'an.
-------------------
'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''
Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".(Ali 'Imran: 190-191).
-------------------
Mari kita membumikan Al-Qur'an
website:
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/
-------------------
bila quran berbicara
-------------------
Waktu engkau masih kanak-kanak.............
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu', Aku kau sentuh
dalam keadaan suci, Aku kau pegang
Aku,kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa..............
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah...?
Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji.......
Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali;
sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pengisi setormu.
Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian , kesepian.
Di dalam almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.
Di waktupetang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang...seawal pagi sambil minum kopi...engkau baca surat khabar dahulu
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla,
Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku(Bismillah).
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu
Sepanjang perjalanan,radiomu selalu tertuju ke stasiun radio kesukaanmu Mengasyikkan.
Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku.........
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu
Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku
Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV.
Menonton siaran televisi
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu.........
Aku semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama
Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku
Atau waktu kematian saudara atau taulan mu
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Apakah TV, radio ,hiburan atau komputer dapat menolong kamu?
Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu
Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...
Dan akhirnya.....
kubur yang setia menunggu mu...........
Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu
Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri
Dalam perjalanan ke alam akhirat.
Dan Akulah "Al-Qur'an",kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah Aku kembali.. .. bacalah aku kembali aku setiap hari.
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci.
Yang berasal dari Allah Azzawajalla
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah
Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu.......
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu.
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhilah Aku kembali...
Baca dan pelajari lagi Aku....
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat
Seperti dulu.... Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan aku sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
-------------------
Maha Suci Allah, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Semoga bermanfaat.
-------------------
Anda ingin menjadi DA'I SEJUTA SMS
tolong anda kirimkan artikel ini kepada sesama muslim,
baik keluarga, sahabat dan siapapun yang anda kenal
atau silakan cetak untuk bacaan keluarga di rumah.
Terima kasih.
Wa Billahit-taufiq wal-hidayah
Wassalamualaikum wr.wb
-------------------
'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''
Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".(Ali 'Imran: 190-191).
-------------------
Mari kita membumikan Al-Qur'an
website:
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/
-------------------
keutamaan al-qur'an
-------------------
Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca Al Quran,
mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota
dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari,
kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak
pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini:
dijawab: "karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran".
Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilanya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568),
dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad
dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan
siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal.
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring
dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka'' (Ali 'Imran: 190-191).
Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang
membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya"
"Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka
terkunci mati?" (QS 47:24)
"Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman.".(Al-Israa':82)
"Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,
dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat".(QS. 7:204)
Dari Umar bin al Khatthab ra, (Riwayat Muslim). bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda
"Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagian orang dan merendahkan sebagian
lainnya dengan sebab Al Qur'an."
Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw
bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".
nama-nama islami yang bagus buwat nama anak kita kelak
Laki-laki
Ma'amar Kemakmuran
Ma'arif Kecantikan, pengetahuan
Mabruk Yang diberkati
Ma'asyir Pandai bergaul
Mabrur Membuat kebajikan
Majad Kemuliaan
Makmun Beramanah
Mahasin Kebaikan
Majid Dihormati
Majdi Kemulianku
Mahamid Pujian, terpuji
Mahdi Yang mendapat hidayah
Mahbub Yang dikasihi
Mahadhir Menulis kebaikan
Mahfuz Terpelihara
Madani Kemajuan
Makhluf Maju ke hadapan
Mahmud Terpuji
Makhlad Yang kekal
Mahzuz Bernasib baik
Maisur Yang senang
Makarim Kemulian
Mahran Kebijaksanaan
Malazi Tempat perlindungan
Mamduh Terpuji
Mahir Pakar
Manaf Ketinggian, kenaikan
Manan Pemurah
Mansur Pemenang (yang mendapat pertolongan)
Manzur Yang boleh diterima, dipersetujui
Maqbul Diterima, dipersetujui
Marjan Batu karang
Marzuq Yang mendapat rezeki
Marzuqi Rezekiku
Marwan Bermaruah
Masrur Yang riang, suka
Masykur Yang bersyukur
Mas'ud Bertuah
Masyhad kesaksian
Masyahadi Persaksianku, tuntutanku
Masyruh Lapang dada
Masun Yang terpelihara
Mathlub Cita-cita
Maula Tuan besar
Maulawi Yang berzuhud (Maulana)
Mawardi Nisbah, bunga mawarku
Mazhud Yang zuhud
Maziz Mulia
Mikyad Yang bertaubat
Miftah Pembuka, perintis
Mirza Anak yang baik
Minhaj Acara, biasa
Mikbad Ibadah
Mifzal Teramat mulia
Mikdam Berani
Misbah Pelita, cahaya
Mizwar Rajin berkunjung
Muammar Panjang umur
Muawiyah Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Muadz Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Muayyad Kuat, menang
Muazhzham Dihormati, disanjungi
Mubarrak Yang diberkati
Mubin Lut sinar, jernih
Mubasyir Pembawa petanda yang baik
Mughis Penolong
Muhaimin Yang memelihara dan mengawal
Muqtadir Yang berkemampuan
Muhammad Yang terpuji, dirahmati
Muharram Bulan Muharram
Muhazzab Yang terdidik
Muhajir Yang berhijrah
Muhsin Yang membuat kebaikan
Muhib Kekasih, peminat
Muqri Ahli ibadat
Muhibbuddin Pengasih agama
Muhtadi Beroleh hidayah
Mujahid Pejuang Islam
Mujib Penyahut
Mujibuddin Penyahut agama
Mujibur Rahman Penyahut seruan Allah Yang Maha Pengasih
Mulhim Pemberi inspirasi
Mu'inuddin Pembela agama
Muntasir Yang menang
Muizzuddin Penyokong agama
Mu'tasim Terjaga
Mukhtar Yang terpilih
Mukthi Pemberani
Munawwar Berkilau
Munawwir Bersinar
Munir Yang menerangi
Munabbih Pemberi peringatan
Mundzir Yang memberi amaran
Muntazhar Yang diawasi
Murad Keinginan, cita
Mursyid Pemimbing, guru
Mursil Wakil
Muradi Harapanku
Mus'ab Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Musa Nama nabi
Mus'ad Yang bahagia
Musaid Penolong
Musawi Yang adil
Muslih Yang membaiki
Muslihin Yang memulihkan
Muslihuddin Pemulih agama
Muslim Yang menyerah diri kepada Allah
Musayyad Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Mushthafa Yang terpilih
Mustaqim Yang lurus
Musyrif Tinggi, pengawas
Muthalib Yang menuntut dari masa ke semasa
Muzaffar Kemenangan
Wanita
Maghfirah Pengampunan
Mahbubah Disenangi - dicintai
Mahdiyah Yang mendapat hidayah
Mahfudzah Terpelihara
Mahirah Pandai - cakap
Maimanah Keberkahan
Maimunah Yang diberkahi Allah
Maisaroh Ketenangan
Maisun Berwajah dan bertubuh cantik
Majidah Mulia
Maknunah Menutup muka karena malu
Malihah Cantik
Mani'ah Mulia - Kuat
Maqbulah Diterima permintaannya
Mardhiyah Mendapat keridhoan Allah
Mariah Istri Rasulullah Saw
Marwa Berhati-hati dalam memikirkan
Marwah Bukit Marwah di Masjidilharam
Maryam Ibunda nabi Isa As
Maryana Nama Orang
Masarrah Kesenangan
Ma'shumah Bebas dari dosa
Masikah Nama wanita sahabat Nabi SAW
Masyithoh (1) Penyisir rambut (2) Yang mati syahid oleh Firaun
Mawaddah Cinta kasih
Muazarah Bantuan, Pertolongan
Mudhiah Menyinari
Mudrikah Dapat memahami
Mufidah Memberi manfaat
Muhajirah Yang berhijrah
Mukhbitah Tunduk patuh
Mu'minah Beriman
Mumtazah Istimewa
Muna Cita-cita
Munibah Berinabah (Taubat)
Munifah Kedudukan yang tinggi - menonjol
Muniroh Bercahaya
Mu'nisah Teman yang menyenangkan
Muqsithoh Yang berbuat adil
Muslimah Beragama Islam
Mustajabah Terkabul Do'anya
Muthi'ah Yang taat
Muthmainnah Tenang - Tentram
Muznah Berdandan bagus
Habri Kegembiraanku
Hadi Yang membari petunjuk, pemimpin
Hadwan Ketenangan
Hadrami Nisbah
Hadari Maju, bertamadun, penduduk bandar
Haddad Lautan
Hadif Yang mempunyai matlamat
Hafizh Penjaga, pelindung
Hafuza Pemberi semangat
Hafizhuddin Pemelihara agama
Hail Yang disegani
Hajib Pendinding
Hajim Pelindung
Hajid Yang salat malam (tahajud)
Hakam Pengadil
Hakim Bijaksana
Hakmani Pengadil
Hajaj Pelawat
Hamad Terpuji
Hamas Berani
Hamdan Terpuji
Hamdawi Yang memuji
Hamdi Pujianku
Hamdun Terpuji
Hamid Yang memuji
Hamud Yang banyak memuji
Hamiduddin Pujian agama
Haiman Menguasai
Hamim Teman karib
Hamimi Teman karibku
Hamlan Berdiri sendiri
Hamiz Cerdik, kuat, tampan
Hamsyari Anak jati watan
Hamizan Cerdik, kuat, tampan
Hammani Pemberi semangat
Hamzah Kebijaksanaan
Hamzi Ketegasanku
Hanafi Kelurusanku
Hanania Dikasihi Allah
Haitham Yang mudah
Hanif Yang lurus
Hanin Kesayangan
Hanis Berani, warak
Hanun Kesayangan
Haidar Berani, singa
Haikal Pokok yang besar dan subur
Haiman Yang cinta, asyik
Hariri [1] Suteraku, [2] Nisbah
Harraz Yang amat warak
Haris Pengawal, pelindung
Harits Kuat, berusaha
Hariz Pemelihara
Harzan Penjagaan
Harun Nama nabi
Hasan Lawa, segak
Hassan Sangat baik
Hasbi Yang memadai bagiku
Hasbullah Jaminan Allah
Hasib Berketurunan mulia
Hasnawi Kecantikan
Hasif Kemas, rapi
Hasnun Yang baik
Hasyim Pemurah, yang suka menjamu orang
Hasanain Dua kebaikan
Hatadi Keaslianku
Hatim Pemutus, penentu
Hawwari Penolong, bersih
Haiyan Yang hidup
Hawwas Yang bersemangat
Hadziq Cerdik, pandai
Hazim Tegas, cermat, bijak
Hazmi Ketegasanku
Hayyun Hidup
Hazwan Pemberianku
Hibatullah Kurnia
Hidayat Petunjuk
Hidawi Pemberian
Hidayatullah Petunjuk Allah
Hijazi Kebersihanku
Hikmat Hikmat
Hilal Bulan sabit
Hilman Kesopanan, kesabaran
Helmi Kesopananku, kesabaranku
Himmat Cita-cita
Hisyam Murah hati
Hisyamuddin Kemurahan agama
Hiwayat Yang disukai
Hubaib Kekasih
Hulaif Yang setia
Hulawi Yang manis/menarik
Humaidi Kepujianku
Humdi Yang memuji
Husain Elok, cantik
Husaini Kebaikanku
Husnayan Kemenangan, syahid
Huzaifah Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Huzaiman Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Wanita
Habibah Kesayangan
Hadiah Pemberian (hadiah) - Pemberi petunjuk
Hafidah (1) Pembantu (2) Cucu
Hafidhah (1) Pemelihara (2) Penghafal
Hafidhah Pemelihara
Hafshah Istri Rasulullah Saw
Haibah Wibawa
Haifa' Sangat dahaga
Haija' Peperangan
Hailah Mengeruk tanah
Hajar Istri Nabi Ibrahim As
Hajidah Senang shalat tahajjud
Hakimah Arif bijaksana
Halifah (1) Sangat dahaga (2) Berpinggang langsing
Halilah Wanita keluarga
Halimah Sabar dan berakal
Hamamah Burung merpati
Hamidah Selalu memuji Allah
Hana' Rezki tanpa kepayahan
Hanan (1) Kasihan (2) rezki (3) Berkah
Haniah Yang mengucap selamat
Hanifah (1) Lurus (2) Muslimah yang teguh
Hanunah Yang amat mengasihani
Hasanah Kebaikan
Hashinah Benteng yang kuat
Hasibah Dari keturunan yang terhormat
Hasna' Cantik
Hauda' Burung kasuari
Hawa' Istri Nabi Adam As
Hayat Kehidupan
Hazimah Wanita yang sangat teliti
Hibah Pelimpahan
Hidayah Petunjuk
Hilalah Bulan sabit
Hindun Sahabat Wanita Nabi SAW
Hisanah Cantik
Huda Petunjuk
Hulwah Manis
Humaimah Nama perempuan
Humaira' Yang berpipi merah
Huriyah (1) Bermata elok (2) Pengikut setia
Husna Kebaikan
Husniah Indah
Husnul Khatimah Kesudahan yang baik
Huwaida Lemah lembut
Nama Arti
Laki-laki
Labib Cerdik, munasabah
Labid Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Lamani Kegemilanganku
Lamin Kepercayaan
Lathif Lembut, bersopan
Lazim Tetap
Lazman Tetap
Lais Berani
Lujaini Keputihan, perak
Liaqat Kebolehan, keupayaan
Liwaun Nashari Panji kemenangan
Liwauddin Panji agama
Luthfi Kehalusanku
Lizam Yang mendiami
Lubaid Yang kaya
Luqman Nama nabi, bijaksana
Lubawi Yang pintar
Luth Nama nabi
Luzman Tetap
Luthfan Lemah lembut
Lutfillah Taufik Allah
Lutfir Rahman Pertolongan Allah
Lutfil Hadi Taufik Allah Yang Maha Memberi Petunjuk
Wanita
Labibah Sehat akal dan cerdik
Laela Malam yang gelap
Laimun Buah jeruk yang manis
Lam'a' Berkilau
Lathifah Lemah lembut
Layanah Kehalusan - Kelemasan
Lubna Buah kenitu
Lujmah Bukit yang datar
Lu'lu' Permata - Mutiara
Lum'ah Kilauan
Luqyana Perjumpaan kita
Luthfiyah Lemah lembut
Nama Arti
Laki-laki
Sa'adan Kebahagian
Sa'ad Bahagia
Sa'aduddin Agama yang membahagiakan
Sa'adi Kebahagianku
Sa'dun Kebahagian
Sabahi Ketua pejuang
Sabiq Yang mendahului
Sabil Jalan
Sabit Yang baik, pemurah
Sabir Yang sabar
Sabqi Keutamaanku
Sabhran Kesabaran
Sabhri Kesabaranku
Sadad Kejujuranku
Sadat Pimpinan
Sadiq Yang benar
Shadruddin Pemimpin agama
Safaraz Dihormati
Shafiy Yang bersih dan jujur
Shafiuddin Kesucian agama
Safir Wakil, duta besar
Safwan Bersih, ikhlas
Saghir Yang mengikut
Sahil Mudah, senang
Sahlan Mudah, senang
Sahnan Kehalusan
Sahli Kemudahanku
Sajid Orang yang sujud
Said Yang bahagia
Saidun Yang berbahagia
Saifuddin Pedang agama
Saiful Islam Pedang Islam
Saifullah Pedang Allah
Sakhawi Kemurahan hati
Shalahuddin Kebaikan agama
Salam Kesejahteraan
Samran Pertolongan
Sama'an Yang patuh
Salamat Kesejahteraan
Soleh Yang baik
Solihin Yang baik
Solihan Yang baik
Salim Selamat, terkawal
Saliman Kesejahteraan
Salman Selamat, terkawal
Sarhan Kemudahan
Shamad Serba baik
Samih Pemaaf, pemurah
Samir Penghibur
Sattar Menutup cela, aib
Shubhi Subuh
Sufyan Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Suhaib Kemerah-merahan
Suhail Senang, mudah
Suhaili Kemudahanku
Sulaim Sejahtera
Sulaiman Nama nabi, sejahtera
Sulhidar Bersenjata
Sulaimi Kesejahteraanku
Sulwan Kepuasan
Suwadi Rahsiaku
Sya'ban Bulan Sya'ban
Sya'rani Nisbah
Suhaid Lembut, tampan
Syabil Bintang
Syaddad Yang perkasa
Syukri Kesyukuran
Syafaat Pembelaan, pertolongan
Saud Yang bahagia
Siddiq Yang membenarkan
Sidqi Kebenaranku
Silmi Kedamaianku
Sinwan Kembar
Siraj Pelita
Sirajuddin Pelita agama
Sirhan Berani, singa
Sirin Nama seorang tabi'i
Sufi Ahli tasawuf
Syafi Yang menyembuhkan
Syafiq Penyayang
Syahmi Mulia, berani, bijak
Syahir Terkenal
Syahiran Terkenal
Syahin Tiang neraca
Syakir Pengenang budi
Syamini Keharuman yang tinggi
Sam'un Pendengaran
Syukran Kesyukuran
Sanad Tempat bergantung
Sanim Yang darjatnya tinggi
Syamsul Bahri Matahari lautan
Syamsuddin Matahari agama
Syamsuz Zaman Matahari masa
Syamsi Matahariku
Syamsir Pedang
Syaraf Kemuliaan
Syarafat Harga diri, maruah
Syarifuddin Kemuliaan agama
Syarif Dipuji, mulia
Syarafuddin Yang mulia agamanya
Syaukat Kekuasaan
Syahabuddin Bintang agama
Syawal Bulan syawal
Syazani Kecergasanku
Syazwan Haruman kasturi
Syazwi Keharumanku
Syubli anak singa
Syihabuddin Bintang agama
Syuaib Nama nabi
Syu'bah Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Syukur Kesyukuran
Syukri Kesyukuran
Syuwari Kecantikanku
Wanita
Syaza Keharuman
Sa'adah Kebahagian
Sarah Istri Nabi Ibrahim As
Sabikah Wanita sahabat Nabi Saw
Sadidah Jitu - Tepat sasaran - Benar
Sa'diyah Berbahagia
Safanah (1) Membuat kapal (2) Angin agak keras
Safinatun Najah Kapal Penyelamat
Saidah Berbahagia
Saifanah Lenjang seperti pedang terhunus
Sajidah Bersujud
Sakinah Ketenangan - ketentraman
Salimah Selamat
Salma Selamat
Salsabila Mata air disurga
Salwa Burung puyuh
Samihah Lemah lembut
Samirah Teman ngobrol
Samiyah Kedudukan Tinggi
Sana' Kenaikan Tingkat derajat
Saninah Promosi - Kenaikan tingkat
Satirah Wanita yang menutup-nutupi aib dan dosanya
Sausan Bunga Lili
Sayyidah Pemimpin
Shiddiqah Pembenar
Shidqiyah Benar - jujur
Shifwah Sahabat yang akrab
Shoba Berkelakuan anak muda
Shobah Pagi hari
Shobiroh Bersabar
Shoda Gema
Shodiqoh Benar - jujur
Shofa Bukit Sofa di Masjidilharam
Shofa' Kejernihan
Shofhah (1) Pemaafan (2) Halaman buku
Shofiyah Jernih
Shofiyyah Kawan tulus ikhlas
Shofwah Keiklasan dalam cinta
Shohwah Kebangkitan
Shohwatul Islam Kebangkitan Islam
Sholehah Baik
Shubhiyah Pagi
Siham Anak panah
Sirin Wanita sahabat Nabi Saw
Slamah Keselamatan
Su'ad Bahagia
Su'da Bahagia
Suhailah (1) Mudah (2) Suka mengalah
Suhaimah Keberuntungan
Sukainah Tenang - tentram
Sulaimah Selamat
Sulthanah Penguasa Wanita
Sumayyah Kebanggaan
Sunbulah (1)Nama Bintang (2) Tangkai yang berbuah
Sundus Sutra
Sunniyah Penganut ahlussunnah
Syadiyah (1) Pandai menyanyi (2) Menyamakan
Syafiqoh Belas kasih
Syafiyah Sembuh sehat
Syahidah Mati syahid
Syahirah Terkenal - Ternama
Syahrazad Nama wanita dahulu
Syaikhoh (1) Gelar Kehormatan (2) Lanjut Usia
Sya'irah (1) Pandai Menyusun Syair (2) Perasa
Syakirah Mensyukuri
Syakurah Mensyukuri
Syam'ah Lilin
Syamiyah Tahi lalat pada wajah
Syamsiyah Berdasar hitungan matahari
Syarifah Mulia
Syauqiyah Rindu
Syifa' Penawar - Penyembuh
Syirin Nama wanita dahulu
Syukriyah Bersyukur
Syu'lah Pelita - Obor
Nama Arti
Laki-laki
Qabil Yang menjamin
Qa'id Pemimpin
Qabus Lelaki rupawan
Qadin Hakim
Qaim Yang berdiri
Qais Perbandingan, kekuatan, ketegasan
Qaishar Raja, Kaisar
Qamaruddin Bulan agama
Qasim Pembagi, rupawan, yang lurus
Qayyim Yang lurus
Quraish Nama Suku di Arab
Wanita
Qatrunnada Tetesan embun
Qa'idah Pemimpin
Qomar Bulan
Qomariah Berdasar bulan
Qoni'ah Merasa puas dan rela
Qonitah (1) Taat - Berbakti (2) Shalat lama berdiri
Qoriah Pembaca
Qoribah Dekat
Qorirah Pandangan yang sejuk
Qorri aina Penyejuk hati
Qosamah Keindahan dan kecantikan
Qurratu'ain Sedap dipandang mata
Nama Arti
Laki-laki
Ka'ab Kemuliaan
Kabir Agung, besar
Kailani Nisbah
Kafil Penjamin
Kalim Orator
kamal Kesempurnaan
kamaluddin Kesempurnaan agama
Kamil Yang sempurna
Karami Kemuliaanku
Karim Yang mulia
Karman Kemuliaan
Kasir Melimpah, banyak
Katib Juru tulis
Kazim Penyabar
Khair Kebaikan
Khaizuran Ketua, pemimpin
Khairuddin Kebaikan agama
Khan Ketua, pemimpin
Khadim Sukarelawan
Khalifah Pengganti, wakil
Khalid (Abd) Yang kekal
Khaldun Kekal
Khalis Suci, ikhlas
Kariman Haji dan jihad
Khattab Pengkhutbah
Khatib Petah berpidato
Khayam Pembuat khemah
Khazin Bendahara
Khazindar Penjaga kekayaan
Khilfi Pengganti
Khidir Nama nabi
Khumaini Pandangan yang jauh
Khuwailid kekal
Khuarizmi Nisbah
Khudari Nisbah
Khabir Pakar, berpengalaman
Khursyid Matahari
Khairan Kebaikan
Khairin Kebaikan
Khairani Kebaikanku
Khairul Anwar Cahaya yang baik
Khairuddin Sebaik-baik agama
Khairul Anam Sebaik-baik manusia
Khairun Nas Sebaik-baik manusia
Khairuzzaman Sebaik-baik masa
Khairul Amirin Sebaik-baik pembina
Khairul Harisin Sebaik-baik pengawal
Khairul Ikhwan Persaudaraan yang baik
Khalas Yang selamat
Khallad Yang kekal
Khalil Sahabat
Khuwailid Yang kekal
Khalili Sahabat
Kiram Mulia
Wanita
Kadhimah Yang dapat menahan diri
Kalilah Lemah
Kamilah Sempurna
Kamilia Pepohonan yang selalu hijau
Karimah Mulia
Kauthar Kenikmatan yang banyak
Kawakib Bintang-bintang
Khadijah Istri Rasulullah Saw
Khairiyah Kebaikan
Khairunnisa' Sebaik-baik wanita
Khaizuran Rotan
Khalda' Langgeng
Khalidah Langgeng
Khalifah Pengganti
Khalilah Kesayangan
Khalishah Murni
Khansa' Seorang pejuang Muslimah
Kharidah (1) Anak gadis (2) Mutiara yang belum dilubangi
Khaulah (1) Sahabat Wanita terkenal (2) Rusa betina
Khayyirah Baik hati
Khazinah Harta yang tersimpan
Khotibah Ahli pidato
Khotimah Penutup - Pengakhiran
Khulaidah Langgeng
Khuzaimah Tali kendali
Nama Arti
Laki-laki
Za'farani Harum, wangi
Zabdan Pemberian
Zabad Keharuman kasturi
Zabadi Keharumanku
Zabidi Yang memberi
Zabir Pintar, kuat
Zabran Kuat, mampu
Zahab Emas
Zahabi Keemasan
Zahar Sangat bergemerlapan
Zahid Yang menjauhkan diri dari kemewahan
Zahidi Yang menjauhkan diri dari kemewahan
Zahi Yang cantik, berseri
Zahir Yang cantik, berseri
Zahiruddin Pembela agama
Zahirul Haq Pendukung Hak
Zahil Yang tenang
Zahin Yang cerdik
Zahwan Sedap dipandang
Za'far Kemenangan/kejayaan
Zafir Yang berjasa
Zafran Kejayaan
Zafri Kemenanganku
Zahran Yang cantik, berseri
Zaid Pertambahan, kelebihan
Zaidan Pertambahan, kelebihan
Zaidun Pertambahan, kelebihan
Zaidi Pertambahanku, kelebihanku
Zaiyani Hiasanku
Zaim Pemimpin
Zain Perhiasan
Zaini Perhiasanku
Zakaria Nama nabi
Zaki Yang cerdik, yang harum, yang suci
Zakir Yang mengenang, yang berzikir
Zakur Yang kuat ingatan
Zakwan Yang cerdik, yang harum
Zainuddin Perhiasan agama
Zainul Abidin Perhiasan orang beribadat
Zainul Ariffin Perhiasan orang arif
Zainun Perhiasan
Zamil Teman, kawan
Zamir Suara hati
Zamri Kecantikanku
Zaman Nasib
Zamanat Yang dijamin
Zamzam Air zamzam
Zar'ah Tanaman
Zarif Periang, berjenaka
Zawawi Himpunan kebaikan
Zawwar Banyak ziarah
Zawir Ketua, pemimpin
Zayan Yang cantik
Zayani Kecantikanku
Zayyad Semakin bertambah
Zihni Kefahamanku, kekuatan akalku
Zikri Ingatanku, kenanganku
Zimam Yang utama, pemimpin
Ziyad Pertambahan, kelebihan
Zubaidi Pilihanku yang terbaik
Zubari Gagah perkasa, pintar
Zuhair Yang tenang
Zuhairi Yang berseri
Zuhdi Zuhud
Zuhri Kecantikanku
Zuhaily Yang tenang
Zuhnun Yang cerdik
Zulfadhli Yang mempunyai kelebihan
Zulfaqar Nama pedang nabi Muhammad SAW
Zulfan Taman
Zulhilmi Yang sabar dan sopan
Zulhusni Yang mempunyai kebaikan dan kecantikan
Zuljalal Mempunyai kebesaran
Zuljamal Yang mempunyai kecantikan
Zulkarnain Nama seorang raja
Zulkifli Nama seorang nabi
Zulmajid Mempunyai kemuliaan
Zunnur Yang bercahaya
Zunnurain Yang mempunyai dua cahaya
wanita
Zahidah Rendah hati - tidak rakus dunia
Zahirah Berkilau
Zahiyah Elok
Zahrah Bunga
Zaidah Suatu kelebihan
Za'imah Pemimpin
Zainab (1) Putri Rasulullah Saw (2) Pokok yang indah dan wangi
Zaitun Buah Zaitun
Zakhruf (1) Emas (2) Keindahan sesuatu
Zakiyah (1) Tumbuh dengan baik (2) Bersih
Zalfa' Kulit mutiara
Zamzam Air Zamzam
Zanirah (1) Kecil dan lembut (2) tali
Zarinah Nama wanita dahulu
Zubaidah Tokoh wanita kerajaan Abbasiyah
Zuhriyah Bunga
Zuhur Bunga-bunga
Zulal Tawar (air Tawar)
Zulfa Kedudukan yang dekat
Zurarah Nama burung
Nama Arti
Laki-laki
Ya'la Kemuliaan, tinggi
Ya'qub Nama nabi
Yafiq Mulia, dihormati
Yahya [1] Nama nabi, [2] Yang hidup
Yamin Yang berkat
Yakut Permata
Yaslam Yang selamat, berserah
Yatim Yang sangat berharga, tiadak bandingannya
Yasir Yang senang
Yassar Kekayaan, kemewahan
Yaqzan Yang berwaspada
Yaqin Penuh keyakinan
Yasin Nama nabi
Yawar Pengawal peribadi
Yazdan Belas kasihan
Yazid Berkat
Yunan Nama ulama
Yunus Nama nabi
Yusuf Nama nabi
Yusri Kesenanganku
Wanita
Yaqut Permata Yakut
Yasmin Bunga Yasmin
Yamamah Burung tekukur
Yumna kanan
Yasirah (1) Mudah (2) Sedikit
Yusriyah Mudah
Nama Arti
Laki-laki
Wazir Mentri
Wa'adi Janjiku
Wabil Pemurah
Wadud Penyayang
Wadihan Cantik, lawa
Wadi Aman, tenteram
Wafid Tamu
Wafiy Setia, jujur
Wafiuddin Setia pada agama
Wafri Kekayaanku, keluasanku
Wafiq Berjaya
Wahib Pemberi
Wahab Pemberian
Wahid Tunggal
Wahiduddin Terulung pada agamanya
Wahiduz Zaman Terulung pada zamannya
Wahnan Mudah, senang
Wail Perteduhan, perlindungan
Waiz Penasihat, mubaligh
Wajdi Kesayanganku
Wajihuddin Yang terkemuka dalam agama
Wali Kekasih, pelindung
Walid Kelahiran, yang dilahirkan
Waliuddin Pembela dan pemelihara agama
Waqar Ketenangan dan sopan santun
Waqur Ketenangan dan kesopanan
Waqqas Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Waqiuddin Pemelihara agama
Wardi Bunga mawarku
Warid Berani
Warits Pewaris
Wasim Rupawan
Wasil Penghubung silatur rahim
Wazif Yang tekun, gigih
Wathiq Yang berkeyakinan
Wazin Pendapat yang kukuh
Wazni Yang menimbang secara adil
Waldan Anak baik
Wazir Menteri, yang berkuasa
Widad Cinta, cita-cita
Wijdan Sanubari, hati
Wisam Petanda
Wanita
Wada'ah Lemah lembut
Wadhiah Yang bagus dan bersih
Wadi'ah Titipan
Wafa' (1) Kesempurnaan (2) Merpati
Wafiyyah (1) Merpati (2) Sempurna - Lengkap
Wahidah Tunggal
Wajihah Orang yang berkedudukan
Wardah Bunga mawar
Washfa Yang punya sifat tertentu
Washifah Anak atau pelayan perempuan dibawah umur
Wasilah (1) Pendekatan diri kepada Allah (2) Kedudukan
Wasimah Rupawan
Wazirah Menteri (pr)
Wiam Harmonis
Widad Kasih sayang
Wifaq Kerukunan
Nama Arti
Laki-laki
Ubbad Banyak ibadat
Ubaid Hamba, sahabat nabi Muhammad SAW
Ubaidan Penyembahan
Ubaidullah Hamba Allah
Ubadah Sahabat nabi Muhammad SAW
Ukasyah Sahabat nabi Muhammad SAW
Ukail Pintar, pandai
Umair Maju
Umar Yang memakmurkan
Ulwan Ketinggian, jelas
Urwah Singa
Umaiyah Sahabat nabi Muhammad SAW
Usaimin Dari Uthman
Usaid Berani, singa
Usyair Kawan, suami
Uthman Rajin dan gigih
Utbah Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Umran Kemakmuran
Utaibah Persimpangan lembah
Uwais Pemberian
Uzair Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Uzzam Singa
Wanita
Umamah Cucu Rasulullah Saw. dari zainab
Ummu Kultsum Putri Rasulullah Saw
Uzdah Ada unsur kelebihannya
Umaimah Dari kata Umumah (keibuan)
Umniati Cita-citaku
Ulfah Persahabatan
Umniah Cita-cita
Umairah Nama wanita dahulu
Ufairah Pemberani
Unaizah Kambing betina
Urwatul wutsqo Buhul tali yang kuat
Urjuwanah Pohon yang kemerah-merahan
Hujan asam
HUJAN ASAM
A. Definisi
Hujan yang normal seharusnya adalah hujan yang tidak membawa zat pencemar dan dengan pH 5,6. Air hujan memang sedikit asam karena H2O yang ada pada air hujan bereaksi dengan CO2 di udara. Reaksi tersebut menghasilkan asam lemah H2CO3 dan terlarut di air hujan. Apabila air hujan tercemar dengan asam-asam kuat, mak pH-nya akan turun dibawah 5,6 maka akan terjadi hujan asam.
B. Penyebab
Deposisi asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk surful dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.
Deposisi asam ada dua jenis, yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi kering ialah peristiwa terkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran.
Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka air hujan yang turun bersifat asam. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Asam itu tercuci atau wash out. Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran.
Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami, misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia, misalnya akibat pembakaran bahan bakar fosil (BBF), peleburan logam dan pembangkit listrik. Minyak bumi mengadung belerang antara 0,1% sampai 3% dan batubara 0,4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar, belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat (Soemarwoto O, 1992).
Menurut Soemarwoto O (1992), 50% nitrogen oxides terdapat di atmosfer secara alami, dan 50% lagi juga terbentuk akibat kegiatan manusia, terutama akibat pembakaran BBF. Pembakaran BBF mengoksidasi 5-50% nitrogen dalam batubara ,40-50% nitrogen dalam minyak berat dan 100% nitrogen dalam mkinyak ringan dan gas.Makin tinggi suhu pembakaran, makin banyak Nox yang terbentuk.
Selain itu NOx juga berasal dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Oksida N merupakan hasil samping aktifitas jasad renik itu. Di dalam tanah pupuk N yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami kimi-fisik dan biologik sehingga menghasilkan N. Karena itu semakin banyak menggunakan pupuk N, makin tinggi pula produksi oksida tersebut.
Senyawa SO2 dan NOx ini akan terkumpul di udara dan akan melakukan perjalanan ribuan kilometer di atsmosfer, disaat mereka bercampur dengan uap air akan membentuk zat asam sulphuric dan nitric. Disaat terjadinya curah hujan, kabut yang membawa partikel ini terjadilah hujam asam. Hujan asam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mengering bersama debu atau partikel lainnya.
C. Kerugian
Terdapat hubungan yang erat antara rendahnya pH dengan berkurangnya populasi ikan di danau-danau. pH di bawah 4,5 tidak memungkinkan bagi ikan untuk hidup, sementara pH 6 atau lebih tinggi akan membantu pertumbuhan populasi ikan. Asam di dalam air akan menghambat produksi enzim dari larva ikan trout untuk keluar dari telurnya. Asam juga mengikat logam beracun seperi alumunium di danau. Alumunium akan menyebabkan beberapa ikan mengeluarkan lendir berlebihan di sekitar insangnya sehingga ikan sulit bernafas. Pertumbuhan Phytoplankton yang menjadi sumber makanan ikan juga dihambat oleh tingginya kadar pH.
Tanaman dipengaruhi oleh hujan asam dalam berbagai macam cara. Lapisan lilin pada daun rusak sehingga nutrisi menghilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadaan dingin, jamur dan serangga. Pertumbuhan akar menjadi lambat sehingga lebih sedikit nutrisi yang bisa diambil, dan mineral-mineral penting menjadi hilang.
Ion-ion beracun yang terlepas akibat hujan asam menjadi ancaman yang besar bagi manusia. Tembaga di air berdampak pada timbulnya wabah diare pada anak dan air tercemar alumunium dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.
D. Manfaat
Hujan asam sebenarnya dapat mencegah global warming, gas buang seperti SO2 penyebab hujan asam mampu memantulkan sinar matahari keluar atmosfer bumi sehingga dapat mencegah kenaikan temperatur bumi. Akan tetapi, efek samping dari hujan asam menghasilkan kerusakan lingkungan yang lebih parah dibandingkan global warming. Sebenarnya “hujan asam” merupakan istilah yang kurang tepat untuk menggambarkan jatuhnya asam-asam dari atmosfer ke permukaan bumi. Istilah yang lebih tepat seharusnya adalah deposisi asam, karena pengendapan asam dari atmosfir ke permukaan bumi tidak hanya melalui air hujan tetapi juga melalui kabut, embun, salju, aerosol bahkan pengendapan langsung. Istilah deposisi asam lebih bermakna luas dari hujan asam.
Pemanasan Global
A. Definisi
Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer di dekat permukaan bumi dan laut selama beberapa dekade terakhir dan proyeksi untuk beberapa waktu yang akan datang.
B. Penyebab
Pemanasan global terjadi akibat dari peningkatan efek rumah kaca yang disebabkan oleh naiknya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Semakin tinggi konsentrasi gas rumah kaca maka semakin banyak radiasi panas dari bumi yang terperangkap di atmosfer dan dipancarkan kembali ke bumi. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu di permukaan bumi.
Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfir yang menyebabkan efek gas rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktifitas manusia. Termasuk didalamnya adalah uap air, gas yang mengandung CO2 (Karbon dioksida), CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) .
Pengamatan selama 157 tahun terakhir menunjukkan bahwa suhu permukaan bumi mengalami peningkatan sebesar 0,05 oC/dekade. Selama 25 tahun terakhir peningkatan suhu semakin tajam, yaitu sebesar 0,18 oC/dekade. Gejala pemanasan juga terlihat dari meingkatnya suhu lautan, naiknya permukaan laut, pencairan es dan berkurangnya salju di belahan bumi utara.
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Bumi yang lebih hangat dapat menyebabkan perubahan siklus hujan, kenaikkan permukaan air laut, dan beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
C. Dampak
· Iklim Mulai Tidak Stabil
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[22]. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
· Peningkatan permukaan laut
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
· Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
· Gangguan ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
· Dampak sosial dan politik
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
· Pergeseran ekosistem
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climate change)yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)
Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.
Penyebab
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.
Akibat
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.
Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
Menghilangkan karbon
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.
Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.