page of this blog

..

..

Kamis, Desember 16, 2010

Ada 1,3 Juta Anak Cerdas Istimewa di Indonesia

JAKARTA--Indonesia memiliki sekitar 1,3 juta anak usia sekolah yang berpotensi Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) atau kerap disebut 'gifted-talented'. Sayangnya, baru 9.500 (0,7%) anak yang sudah mendapat layanan khusus dalam bentuk program akselerasi/ percepatan.

"Masih sangat banyak siswa CIBI belum memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka," kata Sekjen Asosiasi Penyelenggara, Pengembang, dan Pendukung Pendidikan Khusus untuk Siswa Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa (Asosiasi CIBI) Nasional, Amril Muhammad di Jakarta, Selasa (14/12).

Amril menambahkan seharusnya CIBI perlu mendapatkan akselerasi. Ada dua macam akselerasi yang dapat dilakukan, yaitu akselerasi kontens base dan grade base. Disebut akselerasi kontens jika siswa mampu menguasai bidang ilmu dengan baik. Sementara itu, akselerasi grade jenjang sekolah seperti siswa yang seharusnya sekolah tiga tahun, bisa dipersingkan menjadi dua tahun. "Mereka memiliki kecepatan menyerap lebih dari teman sebayanya," papar Amir.

Perhatian khusus tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi semata-mata untuk memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Untuk program akselerasi misalnya, ini mencakup grade dan konten. Berdasarkan data tahun 2009, dari 260.471 sekolah, baru 311 sekolah yang memiliki program layanan khusus bagi anak CIBI.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah ciri anak 'gifted-talented' dapat dikenali antara lain dari kecerdasan intelektualnya yang very superior. Seperti, skor IQ (Intelligence Quotient) 130 ke atas, dengan menggunakan skala Wechsler.

Saat ini ada 311 sekolah yang menyelenggarakan CIBI, di seluruh Indonesia dari 22 provinsi, baik sekolah negeri maupun swasta, serta 10 madrasah, dan yang terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

Siswa Pintar Dibajak

Siswa CIBI biasanya diambil oleh perguruan tinggi dari negara luar, seperti dari Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. Sekarang Korea Selatan juga mulai agresif. "Ada sekitar 300 orang lebih bibit unggul kita yang diambil oleh negara luar, karena mereka mampu memberikan iming-iming kesejahteraan melebihi dari kita," kata Amir.

Amril menyebutkan bibit unggul yang diambil itu terutama berada di kota besar seperti Malang, Semarang, Jakarta, Bandung, dan Makassar. Bahkan di Singapura, mereka ditawari bekerja sampai usia 55 tahun, sehingga usia produktifnya habis baru dikembalikan ke Indonesia.

"Nah andaikan kita bisa melakukan yang terbaik untuk mereka, dipastikan Indonesia akan berkembang," katanya.

Menurut dia anak pintar dan cerdas ini mendapat beasiswa dari negara asing, terutama jalurnya melalui jalur olimpiade-olimpiade. "Jadi kalau ada lomba olimpiade di luar negeri, kamar anak Indonesia dihampiri oleh agen-agen asing tersebut, untuk ditawari fasilitas dan segala macamnya," terang Amir.

Sementara itu, perguruan tinggi di dalam negeri tidak melakukan pendekatan itu. Untuk menjawab permasalahan pembajakan tersebut perlu seluruh pemangku kebijakan melakukan program yang komprehensif bagi anak-anak berbebutuhan khusus ini.

Kegemukan Sebabkan Penurunan Kecerdasan?

CHICAGO--Sebuah penelitian menunjukkan obesitas bisa menyebabkan penurunan kinerja kognitif. Dr Diana Kerwin dari univeritas Northwestern Chicago mengukur penalaran, memori, dan kemampuan mental. Hasilnya, kebanyakan orang obesitas mengalami penurunan pada item tersebut, "Apa yang kami temukan adalah bahwa sebenarnya obesitas itu sendiri merupakan faktor risiko independen bagi penurunan kinerja kognitif," kata Kerwin.

Dalam penelitiannya dia menggunakan data dari Women's Health Initiative, yaitu sebuah studi nasional yang berkelanjutan tentang penyakit dan kematian pada wanita Amerika yang lebih tua. Dia membandingkan indeks massa tubuh perempuan atau BMI. BMI adalah ukuran tinggi dan berat badan dan dihitung dengan membagi berat dalam kilogram dengan tinggi dalam meter persegi.

Kali ini, ukuran obesitas digunakan untuk mengukur ketajaman mental mereka. Tes ini mengevaluasi memori, penalaran abstrak, menulis, serta temporal dan keterampilan orientasi spasial dari kelompok wanita usia 65-79. Di antara 8.745 wanita pasca-menopause yang menyelesaikan ujian dalam skala BMI, skor pada tes mental turun satu poin. Hal ini dilaporkan pada Rabu, (13/7) dalam sebuaah jurnal di Amerika.

"Sementara nilai wanita masih dalam kisaran normal, ketika item berat badan ditambahkan ada efek yang merugikan,” katanya. "Bahkan jika Anda memiliki tekanan darah normal dan Anda tidak menderita diabetes, itu (obesitas) tetap memiliki pengaruh pada kesehatan otak anda,” katanya.

Saat ini, Kerwin sedang melakukan penelitian lain untuk melihat apakah letak lemak akan ikut mempengaruhi penurunan kinerja kognitif pada seseorang. Misalnya jika lemak itu terletak di pinggang atau pinggul. Tapi untuk saat ini, katanya, hal penting yang ditemukannya adalah bahwa bagi perempuan yang lebih tua dengan obesitas tetap harus waspada.

Ditemukan, Obat Pengencer Otak

TEXAS--Para peneliti telah menemukan obat yang membantu otak kembali menumbuhkan sel-sel baru. Peneliti, menguji coba menggunakan tikus, didasarkan hasil temuan mamalia, termasuk manusia, membuat sel-sel otak muda sepanjang hidup mereka.

"Kita membuat neuron baru setiap hari di otak kita," kata Andrew Pieper dari University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas yang bekerja pada studi ini, melalui sambungan telepon pada Reuters. "Apa yang kami lakukan di penelitian memungkinkan mereka bertahan hidup."

Saat ini, para peneliti masih mengembangkan temuan atas senyawa yang disebut P7C3 itu. Mereka mengatakan tampaknya aman dan bahkan ketika bekerja dengan meminum obat tersebut.

Senyawa ini mirip dengan Medivation Inc dan obat eksperimental Alzheimer Pfizer Inc, Dimebon, dan mungkin menyediakan cara untuk meningkatkan efek. "Hal ini juga mirip dengan beberapa senyawa yang dimiliki Serono," kata Pieper.

Dimebon, awalnya anti histamin buatan Rusia yang juga dikenal sebagai latrepirdine, gagal dalam percobaan klinis untuk penyakit Alzheimer pada Maret. Alzheimer secara bertahap menghancurkan otak dan mempengaruhi 26 juta orang di seluruh dunia. Obat-obatan, seperti Pfizer Aricept, memperbaiki gejala hanya sedikit.

Para peneliti memeriksa 1.000 dari 300 ribu senyawa kimia yang terkumpul dan diberikannya kepada tikus. Mereka kemudian membedah otak untuk melihat apakah salah satu tikus telah membuat sel-sel baru di hippocampus, suatu wilayah otak yang terkait dengan belajar dan memori. Mereka akhirnya mempersempit lapangan untuk P7C3.

Ketika mereka memberikannya kepada tikus tua untuk dua bulan, tikus tua itu jauh lebih baik daripada tikus tua lainnya dalam cara belajar mereka di sekitar tempat air yang membingungkan. Ketika membedah, tikus tersebut ditemukan memiliki tiga kali jumlah neuron baru yang lahir biasa di area otak yang disebut dentate gyrus. Mereka membuat turunan P7C3 disebut A20 yang bekerja lebih baik.

Ketika peneliti menguji Dimebon dan senyawa Serono, mereka menemukan obat-obatan ini juga merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru. "Mampu memberikan efek dan menyebabkan kinerja obat lebih baik untuk mengobati Alzheimer dan penyakit lain yang mungkin menghancurkan sel-sel otak seperti stroke dan penyakit amyotrophic lateral sclerosis, juga dikenal sebagai ALS atau penyakit Lou Gehrig."

'Berbahagialah' Jika Anda Disebut Gila

STOCKHOLM--Jangan dulu marah jika tiba-tiba Anda disebut gila. Antara gila dan jenius, ternyata tipis batasnya. Tidak percaya? Lihatlah temuan pusat kajian ilmiah yang berbasis di Stockholm, Swedia, Karolinska Institute. Laporan tentang hasil studi yang 'menyamakan' si jenius dan si gila ini antara lain ditayangkan oleh laman jurnal ilmiah The Local.

Dalam laporan ini dikemukakan bahwa dalam banyak hal, proses kerja otak orang jenius memiliki kesamaan dengan otak orang sakit jiwa atau penderita scizofrenia. "Kami sudah mempelajari otak manusia dan salah satu tipe reseptor yang bernama dopamine. Di sini terlihat sistem dopamine orang yang sangat kreatif, sama dengan dopamine penderita scizofrenia," kata Dr Fredrick Ullen, peneliti yang memimpin studi tersebut.

Penelitian ini, kata dia, menjadi bukti bahwa tidak ada batas yang jelas antara manusia jenius dan orang gila. Satu-satunya hal yang secara jelas membedakan di antara keduanya, kata dia, hanyalah kreativitas.

Sedangkan persamaan menonjol di antara otak orang gila dan orang jenius dalah keduanya sama-sama memiliki kemampuan yang rendah dalam memfilter informasi yang diterimanya. Kondisi tersebut, kata Ullen, membuka peluang yang sangat besar bagi munculnya pemikiran-pemikiran kreatif.

Banyaknya informasi yang masuk tanpa melalui penyaringan, dinilainya, berpotensi menciptakan logika-logika baru yang sulit dimunculkan oleh otak manusia pada umumnya. "Berpikir di luar kotak, bisa jadi terjadi karena kemampuan otak yang tidak utuh," imbuh Ullen seperti dikutip The Local. Jadi, jika Anda disebut gila, bisa jadi sebenarnya Anda manusia jenius lho...

10 Tips untuk Meningkatkan Daya Pikir Anda

-Anda gampang lupa? Hati-hati, bisa jadi kapasitas otak Anda mulai menurun. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan aktivias sederhana namun mendukung kesehatan otak ANda. Situs Men's Health berbagi tips berikut ini:


1. Sesekali, lawan kegiatan rutin Anda

Cobalah menyikat gigi dengan tangan kiri Anda (jika Anda bukan seorang kidal), joging mundur, dan mengejar hal lain yang memaksa Anda untuk menyimpang dari pola harian Anda. "Dengan demikian, Anda akan merangsang bagian baru dari otak Anda, mendorong untuk membuat koneksi baru," kata Dr Amen, konsultan kesehatan majalah dan situs internasional Men's Health.

2. Sirami pikiran Anda

Otak Anda adalah 80 persen air, dan jika tidak terhidrasi, neuron Anda tidak dapat melakukan dengan baik. Minum delapan gelas enam-ons air sehari dan menghindari alkohol yang berlebihan dan kafein.

3. Istirahatkan mata tujuh jam sehari

"Science menunjukkan bahwa orang yang tidur selama tujuh jam menunjukkan aktivitas otak secara signifikan lebih banyak daripada mereka yang tidak," kata Dr Amen. Kurang tidur menghambat belajar, konsentrasi, dan memori.

4. Buat "mendengkur" otak Anda

Tarik napas perlahan, sehingga perut Anda (bukan dada) naik, dan kemudian ucapkan satu kata yang Anda menghembuskan napas. Ulangi selama 10 menit.Cara ini diyakini membuat otak lebih tenang.


5. Batasi waktu menonton TV

Pria yang menonton TV selama lebih dari dua jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena Alzheimer dibanding mereka yang menonton sedikit.


6. Menarilah

"Beberapa kegiatan merangsang berbagai sistem otak, tapi tak sehebat menari," kata Dr Amen. Menari membutuhkan segala sesuatu dari koordinasi dan organisasi otak untuk perencanaan dan penilaian.


7. Membaca

"Membaca adalah baik untuk otak Anda hanya jika melibatkan aktivitas menyimpan dan mengambil informasi," kata Dr Amen. Itu sebabnya kelompok membaca sangat bermanfaat. "Dan aspek sosial dari kelompok buku menambah satu lagi dinamis fungsi kognitif."


8. Lawan rasa sakit dengan cara cerdas

Pria yang mengambil obat penghilang rasa sakit berbahan dasar ibuprofen adalah 44 persen lebih rendah untuk mengembangkan Alzheimer daripada mereka yang tidak, menurut sebuah studi baru-baru ini. Juga berhati-hatilah dengan acetaminophen, kata Dr Amen. "Ini mengganggu fungsi hati, mengurangi produksi tubuh dari antioksidan glutathione, yang penting untuk fungsi otak."


9. Bunuh pikiran negatif

"Pikiran negatif bertanggung jawab untuk kegelisahan," kata Dr Amen. Mereka juga meningkatkan produksi hormon stres, yang membunuh sel-sel otak. Setiap kali pikiran negatif memasuki pikiran Anda, tuliskanlah dan menyusun rencana untuk memperbaikinya.


10. Bercintalah

Pria yang bercinta setidaknya dua kali seminggu adalah 50 persen lebih rendah untuk mengalami serangan jantung daripada mereka yang berhubungan seks lebih jarang, kata para ilmuwan. Hal ini penting karena semakin banyak bukti mendukung fakta sederhana: Apa yang baik untuk jantung, baik pula untuk otak. "Seks juga melepaskan zat kimia 'merasa-baik' yang melawan stres," kata Dr Amen.

Naheed Nenshi (Walikota Muslim Pertama di Kanada), Apa yang Membuatnya Terpilih?

OTTAWA--Berbicara multikultural di Kanada, maka tak akan lepas dari Naheed Nenshi, akademisi Muslim yang kini memimpin kota Calgary, salah satu kota terbesar di negeri ini. Penduduk Calgary telah memillih walikota Muslim pertama di Kanada, seorang akademisi bernama Naheed Nenshi, menurut hasil pemungutan suara Oktober lalu.

Profesor lulusan bisnis Harvard yang berusia 38 tahun itu memperoleh hampir 40 persen dukungan dari 72 ribu pemilih, mengungguli kandidat favorit veteran yang konservatif dan seorang pembaca berita lokal.

Nenshi yang mengajar di Universitas Mount Royal memulai kampanye dari sembunyi-sembunyi hingga meluas secara ekstensif melalui jejaring sosial, dimulai dengan pengumuman pencalonannya melalui pesan di laman mikro blogging Twitter.

Ia juga memperluas kampanye melalui Youtube dan Facebook, dengan menawarkan aplikasi khusus bagi pengguna iPhone yang dapat mengunduh konten media dari kedua laman internet itu.

Brosur online-nya diterjemahkan dalam sepuluh bahasa yang berbeda, yang kemudian membantunya dalam mengamankan dukungan dari para imigran yang berbasis di ibukota Kanada.

Selain itu, Nenshi melakukan pertarungan kampanye politik klasik dengan mencela anggaran belanja pemerintahan sebelumnya yang mewah dan menyoroti pendukung imigrannya.

Pengangkatannya sebagai walikota adalah yang pertama bagi Kanada yang telah lama digembar-gemborkan sebagai negara liberal toleran dengan sejarah multikultural.

Nenshi adalah Muslim pertama yang dipilih untuk memimpin sebuah kota besar di Kanada besar, atribut yang katanya bukan isu utama dalam kampanye.

Apa rahasianya untuk menang?

"Saya tidak menghindar dari apapun dalam kampanye ini," kata Nenshi. "Dan isu-isu ras dan agama tidak mencuat - kecuali, terus terang, oleh media," katanya. Menurutnya, ketika seseorang datang dengan ide orisinil yang masuk akal dan memenuhi harapan orang banyak, maka apapun agamanya, dia akan "memenangkan" perhatian.

"Saya berharap bahwa setiap anak yang bangun pagi ini dan orang tua mereka mmembaca koran atau menyalakan TV - terlepas dari latar belakang mereka, tanpa memandang etnis mereka atau pendapatan mereka atau apa yang lingkungan mereka tinggal di kota ini - Saya berharap setiap anak di kota berkata, "Wow, di Calgary aku bisa melakukan apa saja," ujarnya.

Selama kampanye, Nenshi berjanji untuk mengurangi angka kemiskinan di perkotaan, membuat lingkungan lebih menyenangkan, lebih aman, dan lebih hijau.

"Kami benar-benar berusaha tidak hanya untuk menggunakan Twitter dan Facebook sebagai semacam mekanisme siaran pers, namun kesempatan untuk terlibat dalam dialog dua arah benar-benar otentik dengan warga," kata Nenshi.

Bahkan, salah seorang pesaing ketatnya, Ric McIver, seorang anggota Dewan senior, mengatakan ia kecewa dengan hasil pemilu tapi senang Nenshi yang akhirnya menjadi walikota. "Intinya, aku tidak mendapatkan cukup suara. Itu sifat demokrasi," kata McIver. "Saya senang. Saya tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri seandainya bukan dia yang menjadi walikota," tambahnya.

Nenshi mendapat 140.263 suara - 40 persen dari seluruh pemilih. McIver mengambil 32 persen, sedangkan seorang presenter televisi, Barb Higgins mendapat 26 persen.

Nenshikini menetapkan empat prioritas yang tengah ditanganiya usai dilantik Oktober lalu, yaitu: mengurusi defisit anggaran 60 juta dolar AS, membuat terowongan jalan di bawah landasan pacu bandara baru, pembangunan jaringan kereta api baru, dan mereformasi administrasi kota.

Yang Disembunyikan Sejarah: Kisah Heroik Muslim Albania Selamatkan Yahudi

MISSOURI--"Siapa yang pernah mendengar kisah tentang Muslim menyelamatkan Yahudi?" tanya fotografer Norman Gershman, suatu ketika. Ia membongkar banyak literatur, dan hasilnya nihil. Ia mencoba mengoreknya dari Yahudi tua yang tersisa. Ketemulah kisah heroik itu: komunitas Muslim Albania melindungi 2.000 "tamu" Yahudi mereka, bahkan dengan ancaman nyawa mereka sendiri bakal melayang.

Setelah mendengar cerita itu, ia memutuskan untuk mengunjungi Albania, bertemu keluarga yang masih hidup, yang sempat menggadaikan jiwa mereka untuk melindungi orang Yahudi. "Saya ingin pergi ke Albania pertama kali menemukan sendiri siapa orang-orang ini."

Selama enam tahun terakhir, Gershman, seorang fotografer karya seni rupa yang biasanya ditampilkan dalam museum, melakukan perjalanan ke seluruh Albania dan Kosovo. Dia memotret sebagian besar subyek di rumah-rumah warga hingga ke pedesaan, juga benda-benda yang signifikan terhadap orang yang karena mereka menjadi merasa terlindungi.

Kini foto-fotonya dipamerkan di sebuah sinagog di St Louis, Missouri. Ini adalah pameran fotografi terlengkap, menampilkan potret Muslim Albania yang kini memasuki usia senja, mereka yang membantu menyelamatkan hampir 2.000 orang Yahudi yang melarikan diri ke Albania selama Perang Dunia II.

Dalam satu foto, seorang pria berdiri dengan tiga buku doa Yahudi yang ditinggalkan setelah perang.

"Saya tidak akan melupakan ini - ketika kami berada di rumah orang ini dan dia melihat kami semacam seperti marah dan dia berkata 'Apa yang kau lakukan di sini'," ujar Gershman. "Kami berkata, 'Keluarga Anda menyelamatkan Yahudi' dan dia memandang kami dan berkata, 'So What? Semua Muslim Albania melakukan ini. Apa yang aku lakukan bukan sesuatu yang spesial. Kewajiban Muslim adalah menghormati tamunya'. Dan ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya," kata Gershman.

***

Muslim Albania memiliki kata untuk hal ini: besa. Ini diterjemahkan sebagai 'kehormatan', dan merupakan ajaran budaya yang unik di Albania. "Kata besa di Albania adalah jenis perlindungan saat mereka menjamu tamu, itu aturan, dan mereka melindungi para tahunya bahkan dengan kehidupan mereka sendiri," kata Alberto Colonomos, seorang Yahudi yang lahir pada tahun 1933, dan terakhir menetap di Yugoslavia. Ia berusia 10 tahun ketika keluarganya melarikan diri ke Albania.

"Ada sekitar 7.200 orang Yahudi yang tinggal di daerah itu sebelum mereka dideportasi ke kamp-kamp konsentrasi di Treblinka, atau dibunuh. Mereka semua, tidak ada yang kembali. Tapi sekitar 50 keluarga melarikan diri seminggu atau dua minggu sebelum deportasi."

Seorang pria kaya yang bekerja di sebuah pabrik tembakau membawanya pada keluarga Colonomos. Tidak seperti banyak orang Yahudi di bagian lain Eropa yang selamat dari perang di ruang bawah tanah dan loteng, orang-orang Yahudi di Albania diberi nama Muslim dan diperlakukan sebagai tamu terhormat. Colonomos menjelaskan bahwa di bawah besa, Albania menempatkan tamu-tamu mereka sebelum keluarga mereka sendiri.

"Mereka benar-benar menyembunyikan kami dengan kehidupan mereka. Mereka tahu bahwa konsekuensi jika mereka ketahuan. Tetapi ketika mereka memiliki besa, mereka tidak akan mencelakai tamu-tamu mereka. Sungguh mereka adalah orang-orang yang menakjubkan," katanya, berkaca-kaca.

Potret Gershman yang hitam dan putih telah dipajang di lebih dari 70 pameran di seluruh dunia.

***

"Kami sangat senang untuk memilikinya dan sangat bersemangat untuk melihat semua 'keindahan' itu," kata Rabi Justin Kerber, yang telah memimpin jemaat selama satu setengah tahun. Ia berharap pameran akan membantu memulai dialog antaragama dalam masyarakat dan akan menyebar ke bagian lain negara.

"Pada saat ini ada begitu banyak ketegangan di dunia dan begitu banyak perhatian dicurahkan untuk konflik Yahudi-Islam atau konflik Israel-Arab, itu benar-benar penting bagi semua orang untuk mengerti bahwa bukan persahabatan Muslim-Yahudi bukan hanya dongeng," kata Kerber.

Harapan yang sama dikemukakan oleh Mufti Minhajuddin Ahmed, imam dan direktur Religious Services of the Greater Islamic Foundation of St. Louis, yang bermitra dengan Temple Emanuel dalam diskusi kerukunan umat beragama sebelum pameran dibuka.

"Saya pikir pada saat hubungan Yahudi-Muslim sangat asam untuk banyak peristiwa yang terjadi di Timur Tengah, ini adalah pameran yang sangat tepat waktu dan sangat dibutuhkan yang menyoroti bagaimana Muslim telah menyelamatkan orang-orang Yahudi dan ini adalah ajaran yang benar dari Islam," kata Ahmed. "Ini adalah kesempatan bagi orang lain untuk mengetahui bahwa agama ini tidak tidak lahir dari kekerasan. Islam adalah agama yang mengajarkan kebaikan dan kasih sayang," ujarnya.

Pengadilan Batalkan Denda karena Mengenakan Niqab

PARIS-Pengadilan Prancis, Senin (13/12) waktu setempat, membatalkan denda yang dikenakan pada seorang wanita karena mengenakan niqab (kain penutup kepala dan wajah wanita Muslim yang hanya terbuka pada daerah sekitar mata) saat mengendarai mobil.

April lalu, polisi lalu lintas di kota Nantes mendenda Sandrine Mouleres sebesar 22 euro dengan alasan niqab yang dikenakannya membatasi pandangan.

Pengacara Mouleres, Jean-Michel Pollono, menyambut keputusan pengadilan tersebut dan mengatakan niqab tidak mendatangkan bahaya bagi pengendara mobil. Ia mengatakan denda tersebut melanggar HAM kliennya. ‘’Kita hidup di negara bebas, karenanya, semua yang tak dilarang bisa dilakukan,’’ ujarnya. ‘’Kita sekarang bisa berkendara mengenakan niqab.

Meski denda yang dikenakan tidaklah besar, kasus ini menyedot perhatian publik di tengah-tengah perdebatan tentang pelarangan penutup wajah. September lalu, Parlemen Prancis mengesahkan undang-undang yang melarang penggunaan penutup wajah yang biasa dikenakan wanita Muslim di tempat-tempat umum dan jalanan. Peraturan ini mulai diberlakukan tahun depan.

Kalangan yang pro mengatakan aturan ini akan menjaga nilai-nilai Prancis, termasuk sekularisme dan HAM. Sementara mereka yang kontra berpendapat aturan ini akan mendongkrak Islamofobia di negara tersebut.

Menurut aturan tersebut, wanita yang mengenakan penutup wajah akan dikenakan denda 150 euro. Sementara mereka yang kedapatan mendorong anggota keluarganya agar mengenakan penutup wajah akan dikenakan denda yang lebih tinggi.

Islam merupakan agama kedua terbesar di Prancis, dianut oleh sekitar lima juta jiwa. Kementrian Dalam Negeri Prancis memperkirakan hanya sekitar 1.900 wanita yang mengenakan penutup wajah di negara tersebut.
Dari sekian jenis penutup kepala yang dikenakan wanita Muslim, hanya dua yang menutupi wajah secara keseluruhan, yakni niqab dan burka. Wanita Muslim Prancis umumnya mengenakan niqab dibandingkan jenis penutup kepala lainnya.

Duh...Muslimah Belanda Susah Cari Suami

Harian Spits Belanda melaporkan, muslimah Belanda zaman sekarang semakin sulit menemukan suami yang cocok.

Generasi muda muslim Belanda semakin banyak yang berpendidikan lebih tinggi dan berpikiran lebih terbuka dibandingkan dengan calon pasangan mereka. Para calon potensial ini dikatakan tidak menginginkan istri 'modern'.

Selain itu, perjodohan semakin ketinggalan zaman. Nermin Altintas, perempuan Belanda keturunan Turki yang menjabat sebagai direktur Yayasan Yasmin mengatakan, jumlah perempuan yang memilih membujang meningkat dan jumlah perceraian atau mereka yang kecewa pada suami juga semakin tinggi.

Naoual Loiazizi dari Asosiasi Perempuan Maroko Belanda setuju. Banyak pria yang menjanjikan macam-macam sebelum menikah, seperti misalnya mengizinkan perempuan mengambil SIM dan bekerja, tapi begitu menikah, mereka berubah pikiran.

Menurut Loiazizi, menikah itu bukan masalah, tapi banyak gadis kesulitan mencari pria yang punya pandangan hidup yang sama. Ini yang membuat banyak perempuan Belanda keturunan Maroko tetap singel. Namun ada juga sejumlah perempuan yang menurunkan standar mereka setelah berusia 30 tahun, karena ingin berkeluarga.

Warga Jerman tak Toleran Tapi Berusaha Adil Terhadap Pemeluk Islam

Hasil kajian Universitas Münster mengungkapkan mayoritas warga Jerman lebih menunjukkan sikap yang tidak toleran terhadap pemeluk Islam dibandingkan dengan di negara Eropa lain. Kajian ini berdasarkan hasil jajak pendapat mengenai keanekaragaman agama di Eropa. Dan jajak pendapat ini dilakukan di Jerman, Prancis, Denmark, Belanda, dan Portugal bekerjasama dengan lembaga jajak pendapat Emnid.

Sosiolog Niels Friedrich mengungkapkan alasan dipilihnya negara-negara tersebut. "Dipilihnya responden dari kelima negara ini, berdasarkan kepada peringkat keanekaragaman agama di negara tersebut. Di Jerman yang jumlah pemeluk agama Islam relatif lebih banyak dibandingkan dengan di negara lain di Eropa, tentu saja konflik budaya dan antar agama juga meningkat. Misalnya bila berkaitan dengan pembangunan masjid dan masalah pemakaian jilbab.“

Sementara di negara lain, menurut sosiolog Niels Friedrich alasannya juga berbeda. Misalnya di Prancis, sehubungan dengan larangan pemakaian burka atau di Belanda di mana tadinya tatanan masyarakatnya bersikap toleran, berubah setelah terbunuhnya pengkritik Islam Theo van Gogh. Sementara di Portugal tidak terjadi hal yang menonjol, karena di negara tersebut keanekaragaman agama tidak sebanyak di negara lain.

Detlef Pollack, sosiolog agama yang mengkoordinir penyelengaraan jajak pendapat itu, mengatakan, “Kami menemukan sikap warga Jerman terhadap kelompok yang bukan beragama Kristen lebih menonjolkan sikap intoleran dibandingkan dengan di negara lain, yang juga diselenggarakan jajak pendapat mengenainya. Kami dapat menyimpulkan, warga Jerman tidak menunjukkan kesediaan yang besar untuk dapat menerima pembangunan masjid yang dilengkapi menara dibandingkan dengan responden di negara lain.“

Hasil analisa penting lainnya, menurut Detlef Pollack, adalah warga Jerman juga berusaha untuk menghormati semua kelompok agama dan pada hal tertentu juga mengakui kebebasan beragama. Detlef Pollack menambahkan,"Dapat kita katakan, hasilnya menampilkan sikap yang mendua. Di satu pihak menampilkan sejumlah keberatan terhadap Islam. Tapi di lain pihak juga berusaha untuk dapat bersikap adil dan jujur.“

Alasan lain yang dilihat adalah mengenai adanya perbedaan persepsi di Jerman dan di negara lain. Dan itu disebabkan oleh sering atau tidaknya melakukan hubungan. 40 persen warga dibagian barat Jerman sedikit sekali mengadakan hubungan atau kontak dengan warga pemeluk Islam. Di bagian timur Jerman jumlahnya malah lebih sedikit, yakni hanya mencapai sekitar 16 persen.

Sementara jawaban dari pertanyaan sejauh mana merasakan adanya ancaman dari budaya asing, menurut Detlef Pollack mengejutkan. Dalam hal ini tidak terdapat perbedaan yang mencolok di masing-masing negara. Di Jerman, sekitar 40 persen merasakan terancam oleh budaya asing, dalam hal ini bukan saja Islam.

Lebih jauh Detlef Pollack mengatakan, „Di mana-mana terdapat pandangan yang mengatakan bahwa semakin banyak terdapat aneka ragam agama, merupakan salah satu penyebab terjadinya konflik. Jumlahnya mencapai sekitar 70 persen di kelima negara di mana jajak pendapat tersebut dilakukan. Terdapat kesadaran yang jelas mengenai masalahnya. Yakni keanekaragaman agama juga memberikan pengaruhnya terhadap kehidupan bersama.

Sementara itu menurut hasil jajak pendapat tersebut, sekitar 34 persen warga Jerman memiliki pandangan yang positif terhadap warga Muslim. Di negara Eropa lainnya mencapai lebih dari 50 persen. Bila di Jerman ada yang mengatakan bahwa Islam termasuk ke dalam budaya kita, maka kemungkinan mayoritas warga tidak dapat menerimanya.

"Kami mengajukan pertanyaan, apakah Islam sesuai untuk dunia Barat. Di bagian barat Jerman yang mengiyakannya hanya sekitar 20 persen. Di bagian timur Jerman lebih sedikit lagi. Sedangkan di negara lainnya jumlah mencapai antara 25 sampai 30 persen. Mungkin dapat disampaikan formulasi baru dengan mengatakan, umat Islam juga bagian dari Jerman. Kemungkinan itu akan dapat lebih diterima oleh sebagian besar warga Jerman,“ Papar Detlef Pollack.

Sosiolog Detlef Pollack tidak akan memformulasikan tuntutan yang keras kepada kalangan politik. Ini katanya bukan merupakan tugasnya sebagai imuwan sosial. Tapi ia menambahkan, "Mula-mula kami berusaha untuk menuliskan dan menggambarkan situasinya. Kemungkinan setiap politisi mendapatkan penjelasan dan informasi yang cukup untuk menanggapinya dengan serius. Tentu saja dalam hal ini, politiknya sendiri tidak ditentukan oleh gambaran situasi tersebut. Saya ingin mengatakan. bahwa yang penting adalah meningkatkan integrasi dari warga pendatang atau imigran.”

Astaghfirullah, Muslimah Georgia Ditahan Karena Pakai Jilbab

DOUGLASVILLE, GA--Hanya gara-gara menolak melepaskan jilbab yang dikenakannya, seorang perempuan muslim di bagian barat Georgia ditahan. Hal itu terjadi di Pengadilan yang terletak di ibukota Douglasville.

Itulah yang terjadi pada Lisa Valentine saat mendaftarkan gugatannya pada Selasa (14/12) kemarin. Ia mengklaim bahwa haknya untuk bebas berbicara dilanggar, ketika dirinya dipenjara 10 hari karena menghina pengadilan pada Desember 2008 lalu.

Ia sendiri dipenjara karena menolak melepaskan jilbab yang dikenakannya ketika berada di pengadilan. Valentine telah dibebaskan kurang lebih dalam waktu satu hari. Gugatannya terdaftar Pusat Kebebasan sipil Amerika Serikat dan ACLU Georgia.

Penangkapan Valentine memaksa pengadilan merevisi kebijakan terkait pakaian seseorang yang bersaksi dalam sidang. Dewan Yudisial dari Georgia pada Juli 2009, memilih untuk membiarkan seorang perawat muslim mengenakan jilbabnya saat menjalani sidang.

Karena Muslim, Karyawan Hotel Dilarang ke Lantai Tertentu

WASHINGTON-Karyawan Muslim di Hotel Mandarin Oriental Washington mendapatkan perlakukan diskriminasi karena dilarang menginjakkan kaki di lantai tempat delegasi Israel menginap pada akhir pekan lalu. Demikian disampaikan sebuah kelompok advokasi Muslim, seperti dilaporkan Washington Post, Selasa (14/12).

Seorang pekerja hotel, yang tugasnya meliputi seluruh lantai di hotel tersebut, mengatakan dirinya dengan bersiap-siap bekerja saat atasannya menghampiri dan mengatakan agar dirinya tak menginjakkan kaki di lantai delapan dan sembilan, tempat Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dan delegasinya menginap.

‘’Saya bertanya mengapa?’’ kata karyawan Muslim yang tak ingin disebut namanya agar tak dipecat itu. ‘’Ada orang Israel di sini, dan mereka tak mau melihat Muslim,’’ ujarnya menirukan jawaban sang atasan.

General manajer hotel, Amanda Hyndman, mengaku tak tahu jika ada perintah untuk melarang karyawan Muslim menginjakkan kaki di lantai delapan dan sembilan pada akhir pekan.

Namun, ia mengatakan pihaknya memang mengubah sejumlah shif dan memberitahu sejumlah pekerja agar tak masuk menyusul laporan pemeriksaan yang dikeluarkan Kementrian Luar Negeri. Pemeriksaan tersebut adalah pemeriksaan terhadap latar belakang para karyawan hotel, dan menemukan sejumlah ketidakwajaran pada 12 pekerja. ‘’Kami tak tahu mengapa,’’ kata Hyndman, yang menambahkan tak semua dari ke-12 orang tersebut Muslim.

Usai menerima surat dari Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Selasa, ia mengatakan pihaknya akan menyelidiki insiden ini. ‘’Kami menjunjung tinggi kebijakan kami yang antidiskriminasi.’’

Seorang pejabat di Kementrian Luar Negeri AS mengatakan pemeriksaan latar belakang biasa dilakukan terhadap mereka yang kemungkinan punya akses, atau bekerja, di sekitar pejabat yang dilindungi. Pemeriksaan ini termasuk pertanyaan terkait agama dan afiliasi politik. Ia mengatakan standar yang sama diberlakukan kepada semua delegasi.

Juru Bicara CAIR, Ibrahim Hooper, mengatakan pihaknya menunggu jawaban resmi dari hotel dan mempertimbangkan untuk memberikan litigasi. ‘’Kami harus tahu kriteria apa yang digunakan untuk menggeser para karyawan ini dari posisinya. Akan menjadi masalah bagi kami jika mereka diperlakukan begitu karena Muslim atau Timur Tengah.’’

Seorang pekerja mengatakan teman-temannya memperolok dirinya di kantin usai mendapatkan larangan tersebut, dengan mengatakan dirinya dianggap akan menyembunyikan bom di dalam pakaian.

Ia mengatakan dirinya pernah bekerja di sekitar orang penting, seperti mantan presiden George W Bush, tanpa ada masalah. ‘’Saya tak peduli tentang Israel. Saya bekerja di hotel ini 12 14 jam sehari, dan mereka menganggap saya seperti seorang kriminal, layaknya saya akan menyakiti mereka. Jika saya dianggap akan menyakiti mereka, mengapa saya tetap dipertahankan bekerja di sini, bahkan untuk satu hari?’’

Kasus serupa terjadi pada 2004, seorang satpam Muslim di Hotel Madison dilarang mendekat ke lantai 10 dimana delegasi Israel menginap. Dalam kasus itu, general manajer hotel mengatakan permintaan itu berasal dari pihak delegasi.