page of this blog

..

..

Kamis, Februari 03, 2011

Cintaku sudah Gila

Mataku terbuka kembali, ketika pagi masih tertelan oleh gelapnya malam.
Tak ada apapun yg dapat kulihat, hanya hitam, gelap, dan tak ada terang sedikitpun…
apakah aku buta…?
Tanyaku dalam hati…

Sejenak aku melamun…dan terlintas dalam pikiranku, seorang gadis yang kucinta, yang membuatku selalu terdiam, ketika berhadapan dengannya, seolah olah mulut ini terkunci oleh keanggunannya.
Ya,gadis itu…gadis yg kuanggap sebagai bidadari, gadis yang selalu menyiksa hatiku, karna aku tak mampu mengungkapkan perasaanku.

3 tahun aku pendam semuanya, berbagai cara telah aku lakukan.
Agar aku mendapatkan cintanya, atau paling tidak dia menganggapku ada.
Walau semua hanyalah mimpi,dan aku tak pernah ada dihatinya.
Aku seperti hantu yang tak terlihat olehnya.

Tapi aku tak pernah menyerah. Kumantapkan hatiku, kukuatkan tekadku. Aku akan terus berusaha, apapun yang terjadi, aku akan mengungkapkan perasaanku.
Dan aku harus mendapatkan cintanya…

Semua sudah aku siapkan, dan tak lupa sebuah bunga abadi, yang ku dapatkan ketika aku mendaki di atas tebing gunung Merbabu.Yang kudapatkan dengan mempertaruhkan nyawaku. Semua aku lakukan untuknya.
Bunga Edelweis…ya,bunga Edelweis…
seperti nama bidadariku itu…
Edelwais Fatmawati Putri…

Dan hari itupun terjadi, ketika malam terasa terang, karena bulan bersinar penuh di sebuah taman yang indah penuh dengan bunga-bunga.
Di tempat ini aku menunggunya…apakah dia menerima undanganku..dan bersedia datang ke taman ini? Batinku terus bertanya…

Hingga akhirnya kulihat seorang gadis mendekat kepadaku. Meski saat itu tengah malam dan tak begitu terang, tapi ak tahu, dialah bidadariku, dan dia menerima undanganku….
Oh Tuhan…senang sekali rasanya…kukuatkan tekad…kumantabkan niat…
Aku harus melakukannya sekarang, aku harus mengungkapkan isi hatiku…

Perlahan kuhampiri dia, sebelum dia sampai ditempatku. Aku berlutut dihadapannya dan kuserahkan bunga edelwais yang sudah aku siapkan.

Tanpa ragu lagi kuungkapkan semua isi hatiku yang selama ini aku pendam. Dengan penuh keyakinan aku berkata…
“Walaupun kau tak begitu mengenalku…tapi aku mengenalmu melebihi siapapun…walau kau tak pernah merasakan kehadiranku…tapi kau selalu ada didalam hatiku…Itu karena aku mencintaimu…sangat sangat mencintaimu…
Apakah kau jg mencintai aku…?
Apakah kau bersedia menerima cintaku…?

Mendengar perkataanku dia hanya diam, dia hanya memandangku seperti patung yang tak bernyawa. Bahkan dia pun tak menerima bunga pemberianku. Bunga yg ku dapatkan dengan pertaruhan nyawa…

Dia hanya berkata…
“Maaf aku tdak bisa…”
Dan diapun berlalu meninggalkanku, seolah olah aku tidak ada di hadapannya. Setelah apa yang aku lakukan, dia masih tak menganggapku ada…
Aku marah, aku menjerit, aku menangis…
Oh Tuhan…jangan hukum aku dengan cinta ini…

Ak menghela nafas dan tersadar dari lamunanku. Sesaat kemudian tubuhku terasa ringan, mengambang seperti kapas tertiup angin…
Aku terbang, aku terbang…
Oh Tuhan…aku terbang…
Yah, aku terbang…
Dan perlahan lahan mataku pun dapat melihat kembali. Kulihat tubuhku tergeletak tak berdaya, berselimut darah, dngan pisau menancap di dada…
Apa yag terjadi dengan tubuhku?
Apakah aku mati…?
Darah mengalir dimana-mana, hingga rumput-rumput disebelahku pun berganti warna…
Kulihat sesosok tubuh tergeletak penuh darah di sebelah tubuhku…aku mengenalnya…
Yah, aku mengenalnya…
Dialah bidadari…yang selama ini kucintai…
Apa yang terjadi dengannya…?
Dadanya robek penuh darah, seperti tertikam sebuah pisau…

Astagfirulloh
aku menjerit ketika ingatanku kembali pulih…
Aku membunuhnya…
Aku yg membunuhnya…
Sebelum aku membunuh diriku sendiri, karna dia telah menolakku…
Oh Tuhan…aku sudah gila…
Gila karna cintaku kepadanya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah Berkunjung